www.sambas.go.id

  • Full Screen
  • Wide Screen
  • Narrow Screen
  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size

Masyarakat Diminta Tidak Resah

E-mail Cetak PDF
*** Kumindag Respon Cepat Isu Garam Berkaca
garam berkacaMasyarakat kab sambas dihebohkan berita hoax atau yang belum diketahui pasti kebenarannya terkait beredarnya garam mengandung kandungan kaca. Hoax yang beredar cepat melalui beberapa media sosial tersebut meresahkan masyarakat kab sambas. Dinas Koperasi UMKM Perindustrian dan Perdagangan Kab Sambas merespon cepat kondisi itu. Kabid Perdagangan Dinas Kumindag Kab Sambas, Nisa Azwarita menggelar pertemuan terbatas menghadirkan Plt Kadis Pol PP, H Razia Arpianto, Kabid Sumber daya dan Promkes Dinas Kesehatan Sambas, dan Perwakilan Polres Sambas di Ruang Pertemuan Dinas Kumindag, Senin (23/10).

garam berkaca rapatDari perwakilan Merek Dagang Garam Cap Perahu yang diisukan garam mengandung kaca, dihadiri langsung Pemilik PD Monas sekaligus Direktur CV Inti Nanvia sebagai distributor Garam Cap Perahu, The Khoen Nam atau akrab disapa Anam Garam. Dimulai dari Kabid Perdagangan, Nisa Azwarita mengatakan masyarakat jangan resah terhadap isu yang beredar. Dinasnya kata dia berupaya secepatnya mengecek kebenaran kondisi dimaksud. “Kita telah mengirim sampel garam yang diisukan mengandung kaca ke Badan Pom,” ujar dia.

Untuk hasilnya ungkap dia, segera akan dirilis Rabu tanggal 25 Oktober 2017. Nisa meminta masyarakat cerdas dengan informasi yang didapat. “Kita himbau masyarakat tidak menyebarkan lagi isu yang tidak bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya. Masyarakat tentunya dapat tenang, karena kita harus sama-sama menunggu hasil pemeriksaan dulu, baru kita bisa ungkap kebenarannya,” terang dia.

Razia Arpianto, Plt Kadis Pol PP menegaskan tidak benar bahwa institusinya yang menyebarkan informasi terkait garam mengandung kaca itu. Diakui dia, ada yang mengatasnamakan satuannya dalam penyebaran hoax di media sosial online. “Semua anggota saya sudah kita tanya, siapa yang mengedarkan isu tersebut di media sosial online, tapi semua menyatakan tidak pernah melakukan hal itu. Ini jelas merupakan hoax atau berita tidak benar,” papar dia. Ranah hukum terkait pelarangan mengkonsumsi produk perdagangan maupun perindustrian seperti garam, ungkap Razia bukan kewenangan satuannya.

The Khoen Nam, Direktur CV Inti Nanvia menerangkan bahwa tidak benar produk garam dibawah distribusi perusahaannya mengandung kaca. Dijelaskan dia, semua bahan baku yang diolah perusahaannya merupakan bahan baku yang diimpor oleh pemerintah melalui BUMN yakni PT Garam. “Kita hanya menerima bahan baku dari satu pemasok resmi pemerintah, yakni PT Garam,” sebut dia. Diakui dia, bahan baku yang diimpor dari Australia memiliki karakter yang lebih keras. Sehingga diperlukan waktu lebih lama untuk larut. Dijelaskan pria yang lebih dikenal dengan nama Anam Garam itu, perusahaannya memiliki standar prosedur khusus untuk menjaga kualitas produknya.

“Kita memiliki laboratorium khusus, dan produk kita sering diperiksa secara rutin oleh Badan Pom. Inspeksi tersebut pun dilakukan secara acak dan mendadak. Dan tidak pernah mengalami hasil yang buruk, hasil semuanya baik, tidak pernah ada kendala. Mereka juga melakukan pemeriksaan bukan sampling satu atau dua jam, bisa seharian,” tegas dia. Diungkapkan Anam, perusahaannya memiliki kodefikasi khusus untuk produknya. Dia menyebutkan, ada tiga varian garam yang diproduksi, cap perahu garam dipasarkan di area kab sambas dan sekitarnya, cap bentoel area pontianak, dan cap kakap merah untuk area kapuas hulu.

“Saya juga heran, yang bermasalah kok hanya Cap Perahu Garam, di area lain baik-baik saja,” sebutnya. Kabid Sumber daya dan Promosi Kesehatan Dinas Kesehatan Kab Sambas, Yusuf Han menyebutkan bahwa isu terkait beredarnya garam mengandung kaca sudah pernah dirilis oleh Badan POM Jakarta. Kata dia sesuai informasi dari laman resmi Badan pom jakarta, garam konsumsi beryodium yang dikenal sebagai garam dapur terdiri dari senyawa kimia natrium klorida. Dalam proses pembuatan kristalisasi garam akan menghasilkan kristal natrium klorida berbentuk kubus dan ketika dihaluskan kristal akan pecah menyerupai bentuk pecahan kaca.

“Memang kita tidak bisa mengeluarkan pernyataan apapun untuk kasus ini, biarkan hasil pemeriksaan Badan pom nantinya baru kita bisa ungkap fakta yang sebenarnya. Hanya saja masyarakat harus cerdas, jangan mudah terpengaruh kabar-kabar yang baru berupa isu apalagi belum dipastikan sumber kebenerannya,” ungkap dia. Masyarakat pinta dia harus lebih teliti terutama dalam hal membaca kandungan produk, tanggal kadaluarsa, informasi izin edar dari Badan Pom.

Lagu sambas

Pooling

Bagaimana Pendapat Anda Tentang Website ini?




Hasil

Sedang Online

Kami memiliki 111 Tamu online

Kunjungan

free counters

You are here: