www.sambas.go.id

  • Full Screen
  • Wide Screen
  • Narrow Screen
  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size

Apresiasi Rumah Desmigratif

E-mail Cetak PDF
*** Bupati Minta Jadi Pusat Informasi Masyarakat
desmigratifKabupaten Sambas mendapat bantuan rumah desa migran produktif. Adalah program dari kementrian tenaga kerja bekerjasama dengan BUMN. Khusus untuk rumah desa migran produktif, BUMN yang ditunjuk adalah PT BNI Tbk. Untuk Kalimantan Barat, program rumah ini hanya ada di Kabupaten Sambas, tepatnya di Desa Pangkalan Kongsi dan Dungun Perapakan Kecamatan Tebas.

Kabupaten Sambas mendapat bantuan program ini untuk dua desa tersebut diatas. Bupati Sambas, saat meresmikan rumah desa migran produktif yang dipusatkan di Balai Desa Pangkalan Kongsi Kecamatan Tebas, Selasa (14/11) mengapresiasi program Pemerintah Pusat melalui Kemenaker dan BUMN BNI itu. Dikatakan dia, rumah tersebut harus menjadi pusat untuk mencerdaskan masyarakat.

“Rumah desa migran produktif ini strategis untuk kita menularkan informasi-informasi positif,” ungkap Bupati. H Atbah Romin Suhaili Lc menegaskan, jangan sampai rumah ini hanya formalitas atau seremonial belaka saja. Dia meminta, petugas yang ditempatkan di rumah itu harus benar-benar tanggap dan respon cepat terhadap masyarakat yang membutuhkan layanan.

“Jangan sampai sudah dibangun sebagus ini, kedepannya menjadi terbengkalai. Manfaatkan untuk aktifitas-aktifitas yang mencerdaskan masyarakat kita. Petugas yang ditunjuk harus melayani masyarakat dengan baik, berikan informasi yang benar-benar mereka perlukan,” papar Atbah. Dia berharap hadirnya Rumah Desmigratif semakin memantapkan persiapan Kabupaten Sambas dengan adanya Pos Lintas Batas Negara Aruk di Sajingan Besar.

Atbah meminta jangan sampai masyarakat Kabupaten Sambas hanya jadi penonton di negeri sendiri. “Sambas sekarang bukan lagi ujung negeri, tetapi kita adalah beranda negara, kita adalah etalase negara. Baik buruknya kita, mencitrakan Indonesia dimata negara tetangga,” ingat dia. Harapan Bupati, rumah itu menjadi rumah produktif. Yang melahirkan masyarakat kabupaten sambas dengan kreasi dan inovasi yang tinggi menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean dan Globalisasi.

“Dengan rumah desmigratif ini, kedepannya Sambas hanya mengirim tenaga kerja yang benar-benar siap untuk bekerja di luar negeri, dengan jalur resmi,” tutur dia. HONS atau Head Of Network And Services BNI Wilayah Banjarmasin, Suhardi Petrus saat menghadiri peresmian itu mengatakan Program Desmigratif adalah upaya terobosan Kementerian Ketenagakerjaan bekerja sama dengan berbagai lembaga untuk memberdayakan, meningkatkan pelayanan, serta memberi perlindungan bagi calon tenaga kerja Indonesia (CTKI) atau TKI di desa yang menjadi kantong-kantong TKI.

Caranya kata dia adalah dengan menawarkan program-program unggulan yang dibutuhkan oleh CTKI/TKI dan keluarganya melalui pemanfaatan potensi lokal dengan tidak mengabaikan karakteristik daerah setempat. “Dengan konsep ini, pemerintah desa akan lebih berperan aktif dalam peningkatan pelayanan penempatan dan perlindungan CTKI/TKI. Desa akan menjadi pusat layanan informasi, komunikasi, yang merupakan bagian dari proses penempatan dan perlindungan sejak pra penempatan, hingga kembali ke daerah asal,” ujar dia.

Menurut dia, Pembentukan Desmigratif merupakan salah satu solusi terbaik dan bentuk kepedulian dalam upaya meningkatkan pelayanan perlindungan kepada CTKI/TKI dan anggota keluarganya yang bersifat terkoordinasi dan terintegrasi antar kementerian/lembaga.

Lagu sambas

Pooling

Bagaimana Pendapat Anda Tentang Website ini?




Hasil

Sedang Online

Kami memiliki 77 Tamu online

Kunjungan

free counters

You are here: