www.sambas.go.id

Bela Terpikat Terigas

  • Full Screen
  • Wide Screen
  • Narrow Screen
  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size

Sistem Informasi RUPLPSE-Kab-sambasSMS-Gateway-pendek

Himbauan Seleksi CPNS 2014pendaftaran-cpns

Mandi Berias Melayu Sambas Jelang Pernikahan

E-mail Cetak PDF

Salah satu rangkaian kegiatan sebelum pelaksanaan akad nikah, dalam budaya suku melayu sambas, dikenal prosesi mandi berias. Dikemukakan H Darwis Mochtar, Tokoh Budaya Melayu Sambas, saat menggelar Mandi Berias Putri Pertama Bupati Sambas DR Hj Juliarti Dj Alwi MPH, Rabu (12/6) di Rumah Dinas Bupati Sambas, mengatakan ada beberapa rangkaian kegiatan sebelum pelaksanaan akad nikah yang dilaksanakan keluarga calon mempelai wanita khusus suku melayu sambas. Salah satunya terang dia adalah mandi berias atau mandi tolak bala, selain dari kegiatan bepallam, betangas, bekasar dan berinai. “Kegiatan mandi tolak bala atau mandi berias ini adalah kegiatan keluarga yang ditujukan untuk melindungi, mengharapkan keselamatan dan dijauhkan dari mara bahaya atau bala, baik dalam upaya melaksanakan akad nikah maupun dalam mengarungi kehidupan rumah tangga, juga sebagai mohon restu kepada orang tua calon pengantin wanita,” ujar dia.

Diterangkan H Darwis, peralatan yang digunakan pada momentum itu diantaranya air dalam botol yang sudah dibacakan doa dimasukkan kedalam kendi kuningan. Kendi tersebut ungkap dia berisi air bunga 7 warna dan 7 jenis bunga yang dimasukkan agar calon mempelai wanita nantinay akan berwajah cerah, bercahaya, cantik dan anggun dan disertai dengan gayungnya. Peralatan lain tambah dia seperti seperangkat tempat mandi yang dihiasi dengan nuansa melayu sambas disertai sebuah bangku yang dialasi dengan kain kuning. “Warna kuning melambangkan kelembutan, kebersihan dan kemuliaan,” ungkap Darwis.

Pada sisi kiri dan kanan tempat mandi lanjut dia disediakan daun kelapa yang berbentuk keris, tombak, buah kelapa tujuh buah dan dua ekor burung. Alat-alat itu yakni keris dan tombak dimaksudkan H Darwis sebagai penjaga dan pelindung calon mempelai wanita yang sedang mandi, menghindarkan halangan, sedangkan tujuh buah kelapa agar pengantin nanti dikaruniai keturunan dan rumah tangganya dimurahkan rezekinya. Dua ekor burung perlambang diharapkan pengantin hidup rukun dan bahagia.

“Sebelum mandi tolak bala dimulai, calon pengantin wanita meminta izin kepada orang tua, mohon doa restu untuk dinikahkan dengan pria pilihan, dilanjutkan calon pengantin wanita diiring masuk ke ruang atau tempat mandi tolak bala, dengan memakai kain kemban cual sambas, mengambil tempat duduk yang telah disediakan diiringi orang tua, nenek dan para tetua keluarga lainnya, biasanya jumlah mereka ganjil antara tujuh sampai dengan sembilan orang,” tukas dia. Sebelum dilaksanakan acara mandi, tuturnya dibacakan doa selamat dan tolak bala, pelaksanaan mandi dimulai pertama oleh orang tua perempuan yang mengucurkan air bunga dari kepala, bahu kanan kiri, badan dan terakhir kedua belah kaki. Calon mempelai wanita sebut H Darwis memberikan salaman kepada orangtua sebagai ucapan terima kasih.

Dikemukakan dia, proses pemandian dilanjutkan oleh Anggota keluarga lain yang telah ditentukan sebelumnya, terutama petua keluarga. “Setelah selesai acara mandi, calon pengantin wanita dimandikan kembali dan bergantian pakaian, dilanjutkan dengan acara berias yang kelengkapannya tersedia dalam dulangan yang tersusun rapi seperti padi, beras putih, belahan kelapa, benang, gula kelapa, telur ayam, kaca, lulur, asam, garam dan selembar kain putih,” terang H Darwis.

Simple MP3 Player

Pooling

Bagaimana Pendapat Anda Tentang Website ini?




Hasil
You are here: