www.sambas.go.id

  • Full Screen
  • Wide Screen
  • Narrow Screen
  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size

Percepat Kemandirian Bentuk Karakter Generasi Muda

E-mail Cetak PDF
*** Peringatan Hari Pramuka ke-56 di Jawai
foto bersama
Momentum Hari Pramuka ke-56 Tahun 2017, harus memotivasi semangat dan mempercepat kemandirian Gerakan Pramuka mencapai keberhasilan pembentukan karakter kaum muda. Dikatakan Hj Hairiah SH MH, Wabup Sambas, saat membacakan sambutan Ketua Kwarnas Gerakan Pramuka, Adhyaksa Dault, pada peringatan hari pramuka ke-56 Tahun 2017 Kab Sambas di Lapangan Sepakbola Desa Sei Nyirih Kec Jawai, Senin (14/8), pembentukan karakter kaum muda sangat diperlukan sebagai upaya melahirkan calon pemimpin bangsa masa depan yang handal dan lebih baik.

“Pembangunan karakter bangsa menjadi fokus bangsa kita, kini dan kedepan. Pembangunan SDM harus sejalan dengan pembangunan fisik,” ujar dia. Kunci keberhasilan pembangunan bangsa jelas Wabup terletak pada Sumber daya manusia berkualitas. Karenanya pinta dia, Gerakan Pramuka harus merapatkan barisan bekerjasama secara sinergis mempercepat mewujudkan kaum muda Indonesia berkepribadian baik, berkarakter, berwatak, handal berfikir dan bertindak dan memiliki jiwa bela negara.

“Kondisi terkini adalah ancaman bagi generasi muda kita, maraknya konsumsi minuman keras, tingginya prevalensi merokok pada usia muda, penggunaan narkoba, kejahatan seksual dan berbagai dampak situasi sosial budaya dan ekonomi. Ancaman ini menjadi tanggung jawab semua komponen bangsa, termasuk gerakan pramuka,” papar dia. Dikatakan Hairiah, Gerakan Pramuka menjadi rumah besar, dan menyatukan bangsa. Tugas dan fungsi gerakan pramuka lanjut dia, mendidik kaum muda agar berwatak, berkepribadian, berkarakter, berjiwa patriotik dan memiliki jiwa bela negara berdasarkan nilai-nilai universal yang terkandung pada tri satya dan dasa darma pramuka.

“Betapa besar harapan bangsa Indonesia terhadap gerakan pramuka dengan terbitnya Undang-undang nomor 12 tahun 2010 tentang gerakan pramuka yang mengharapkan kaum muda Indonesia memiliki karakter kuat dan siap menjadi pemimpin bangsa Indonesia yang lebih baik,” sebut dia. Camat Jawai, Budi Santoso, pada kesempatan yang sama menyatakan Gerakan Pramuka adalah lembaga pendidikan non formal. Disebutkan dia, pendidikan non formal ini berposisi melengkapi pendidikan informal yang diperoleh anak-anak dalam keluarga, dan pendidikan formal di sekolah.

“Kita tahu, bahwa pendidikan formal tidaklah cukup untuk menghasilkan kaum muda yang handal dan berkarakter, peranan keluarga sebagai pelaku pendidikan informal membentuk karakter anak-anak sangatlah penting. Persoalan kaum muda terjadi diantara rumah dan sekolah, disinilah pentingnya keberadaan gerakan pramuka dalam menyembatani dan solusi permasalahan kaum muda yang sering terjadi dewasa ini,” jelas dia. Menyikapi perkembangan zaman digitalisasi ini, pramuka saran Budi, perlu merebranding pramuka baru yang diminati kaum muda.

Gerakan pramuka, ingat dia, harus up to date atau mengikuti perkembangan zaman dan tidak terkesan kuno dalam era komunikasi digital. “Pramuka harus dapat menangkap fenomena ini dalam era kebebasan berkomunikasi, tetapi tetap harus bertanggung jawab,” pesan Budi. Peringatan Hari Pramuka ke-56 di Jawai, Sebut Ketua Kwartir Cabang Sambas, Sudarto, diikuti dari 14 Kwartir Ranting atau kecamatan. Kata dia, semarak peringatan hari pramuka di Jawai itu, didukung penuh masyarakat kecamatan jawai. “Alhamdulillah, peringatan hari pramuka Kabupaten Sambas di Kec Jawai bisa kita selenggarakan, ini berkat dukungan seluruh pihak, terlebih masyarakat kecamatan jawai yang telah menyumbangkan ide, konsep hingga materi untuk menyukseskan kegiatan ini,” ungkap dia.

Lagu sambas

Pooling

Bagaimana Pendapat Anda Tentang Website ini?




Hasil

Sedang Online

Kami memiliki 116 Tamu online

Kunjungan

free counters

You are here: