www.sambas.go.id

  • Full Screen
  • Wide Screen
  • Narrow Screen
  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size

Sambas Miliki 3 Desa Komitmen Layak Anak

E-mail Cetak PDF
*** Sayang Sedayu Turut Berdeklarasi
desa layak anak
Bertambah lagi desa yang menyatakan komitmennya mewujudkan desa layak anak. Sesudah Desa Sebagu Teluk Keramat dan Desa Santaban Sajingan Besar, kini Desa Sayang Sedayu Teluk Keramat turut menyuarakan deklarasinya terhadap komitmen mewujudkan Desa Layak Anak, Selasa (15/8). Total ada tiga desa di Kab Sambas yang mendeklarasikan sebagai desa layak anak.

Komitmen mewujudkan desa layak anak di Sayang Sedayu, diungkapkan Kadesnya, Julendi, bukan ingin ikut-ikutan. Dituturkan dia, deklarasi tersebut membuktikan bahwa sudah ada kepedulian untuk memenuhi hak-hak anak. “Komitmen ini pun kita mulai dengan langkah-langkah yang sederhana yang bisa kita lakukan, seperti membuat regulasi terlebih dahulu terkait komitmen desa layak anak,” ungkap dia.

Disebutkan Julendi, upaya mewujudkan desa layak anak ini mendapatkan dukungan banyak pihak, mulai dari pemda kab sambas hingga organisasi WVI Kab Sambas. Dia berharap, komponen masyarakat desa sayang sedayu turut memberikan dukungan terhadap upaya pemdes itu. “Kita menginginkan, lahirnya kesadaran dan pemahaman yang benar terhadap upaya pemenuhan hak-hak anak desa sayang sedayu, para orang tua jadi lebih mengetahui dan mengimplementasikan apa yang seharusnya diberikan kepada anak sebagai aset keluarga dan bangsa,” tutur dia.

Wabup Sambas, Hj Hairiah SH MH, yang menghadiri Deklarasi itu, mengapresiasi semua pihak atas dukungannya mewujudkan Desa Layak Anak di Sayang Sedayu Teluk Keramat. Kata dia, Pemerintah dan pemerintah daerah sangat serius dalam upaya memberikan perlindungan kepada anak dan perempuan. “Salah satu bentuk keseriusan tersebut adalah lahirnya regulasi terkait perlindungan anak dan perempuan,” ungkap dia.

Pemda Kab Sambas lanjut dia telah melakukan beragam upaya mewujudkan itu. Termasuk kata dia, upaya mendekatkan pelayanan terpadu hingga ketingkat kecamatan dan desa. “Pusat pelayanan terpadu tersebut kita harap dapat menyentuh objek layanan. Para orang tua kita berikan pemahaman dan kesadaran atas hak-hak anak yang harus dipenuhi. Karena itu semua sudah diatur oleh negara,” jelas dia.

Hairiah mengakui, kasus berkaitan dengan anak dan perempuan di Kab Sambas masih tinggi. Penanganannya ungkapnya harus dilakukan secara masif hingga sampai ketingkat terendah yakni keluarga. Dijelaskan dia, lingkungan keluarga menjadi kunci penanganan kasus. “Kita harus membentengi anggota keluarga kita dengan pemahaman agama yang baik, para tokoh masyarakat, tokoh agama, saya mengajak untuk bersama-sama turut memerangi kasus kekerasan dalam rumah tangga, pelecehan seksual yang kebanyakan korbannya adalah perempuan dan anak,” pinta dia.

Hairiah meminta, para tokoh agama dapat menyebarkan pemahaman yang benar terkait perempuan dan anak baik dalam tausyah keagamaan maupun kegiatan kerohanian. Diingatkan Wabup, upaya komunikasi sosialisasi tentang ini harus dilakukan secara kontinyu, terus menerus. “Jangan bosan menyampaikannya,” tegas dia.

Diperlukannya penyebarluasan informasi tentang perlindungan anak dan perempuan sebut dia, karena regulasi yang ada menegaskan ganjaran atau ancaman bagi pelaku dengan jelas. Dia mengharapkan anak kabupaten sambas setiap harinya dapat tumbuh kembang dengan sehat, ceria, hak-hak mereka terpenuhi dan terlindungi dari kekerasan dan perdagangan orang. “Sayangi mereka, ingat bahwa mereka adalah titipan Allah SWT, kita harus jadi pelopor perlindungan bagi anak dan perempuan dari kekerasan dan pelecehan,” ajak Wabup.

Lagu sambas

Pooling

Bagaimana Pendapat Anda Tentang Website ini?




Hasil

Sedang Online

Kami memiliki 114 Tamu online

Kunjungan

free counters

You are here: