www.sambas.go.id

  • Full Screen
  • Wide Screen
  • Narrow Screen
  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size

Wabup-Pangdam Hadiri Panen Padi di Tebas Sungai

E-mail Cetak PDF
foto bersamaPanglima Kodam XII Tanjung Pura Mayor Jenderal TNI Achmad Supriyadi menghadiri panen padi di Desa Tebas Sungai Kecamatan Tebas, Selasa (13/2). Pangdam didampingi langsung Wakil Bupati Sambas, Hj Hairiah SH MH, Danrem 121 Alambhana Wanawwai, Litbang Kementerian Pertanian, BPPSDMP Kementerian Pertanian, BPTP Kalbar, Kadis Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Kalbar, Kadis Pangan dan Peternakan Kalbar, Bank Indonesia Kalbar, Kadis Pertanian dan Ketahanan Pangan Kab Sambas, Staf Ahli Bupati Sambas, Dandim 1202 Skw, Kapolres Sambas, Ka Bulog Area Singkawang, Kepala BPS Sambas dan beberapa tamu undangan lainnya.

Kehadiran orang nomor satu dijajaran Kodam XII Tanjung Pura tersebut adalah undangan dari Gabungan Kelompok Tani Mekar Bersatu Tebas Sungai. Dikatakan Achmad Supriyadi, dia berkepentingan untuk menghadiri panen tersebut. Panglima mengatakan, tanpa petani, ketahanan negara bisa goyah. “Alhamdulillah, kehadiran petani sangat penting. Perhatian TNI Angkatan Darat terhadap pertanian sebagai wujud menuju ketahanan pangan,” ujar dia,

NKRI lanjutnya memang memerlukan ketahanan pangan. Dia menyebutkan, prajurit TNI tanpa pangan bukanlah sesuatu kekuatan yang menakutkan. “Ketahanan pangan strategis, semua institusi harus memberikan perhatian bersama. Karena ini demi kepentingan negara dan bangsa,” ungkapnya. Sejauh ini, Panglima menerangkan keterlibatan TNI berupa pendampingan, mengawal distribusi. Selain itu juga turut dalam ranah kerjasama dengan penyuluh. “Intinya kehadiran TNI dalam rangka mendorong, biar petani semangat untuk menjadi petani yang berhasil,” terangnya.

Pangdam juga menyinggung banyaknya lahan persawahan sekarang ini sudah beralih fungsi jadi area permukiman. Dia berharap di Kalimantan Barat tidak terjadi hal tersebut. Wabup Sambas, Hj Hairiah SH MH menjelaskan komoditas padi adalah komoditas pangan yang penting dan strategis. Diungkapkan Wabup, panen di Tebas Sungai merupakan bagian dari rangkaian kegiatan pelaksanaan program pemerintah.

“Pemerintah terus menggalakkan upaya khusus peningkatan produksi, provitas dan mutu tanaman pangan. Istilah trendnya Upsus Pajale, upaya khusus peningkatan produksi padi, jagung dan kedelai,” sebutnya. Kabupaten Sambas sebagai salah satu sentra produksi padi di Kalimantan Barat. Kondisi potensi sawah tahun 2017 dipaparkan dia untuk luas lahan sawah mencapai 68.644 hektar, luas tanam 112.126 hektar dan indek pertanaman 163 koma 31. Sedangkan berdasarkan angkat ramalan atau ARAM II pada tahun 2017, Kabupaten Sambas tutur Hairiah memiliki luas panen 101.155 hektar, provitas 27 koma 92 Kw perhektar dan produksi mencapai 282.443 ton gabah kering giling.

“Jika disetarakan menjadi beras, produksi padi kabupaten sambas tersebut mencapai sebanyak 169.465 ton,” jelas Wabup. Diingatkan Hairiah, momentum panen padi di Gapoktan Mekar Bersatu Desa Tebas Sungai sejalan dengan peran strategis pertanian tanaman pangan kedepan. Termasuk untuk dukungan visi misi Sambas Hebat dan nawacita Presiden dan Wakil Presiden RI. “Kita semua perlu memberikan apresiasi kepada usaha petani, pemerintah daerah, TNI dan semua pihak yang telah menyukseskan ketahanan pangan Republik Indonesia ,” tutur Hairiah.

Surachman Suwandi, Sekretaris Badan PPSDMP kementerian pertanian Republik Indonesia, menjelaskan momentum panen tersebut penting untuk pertanian Indonesia. Dikatakan dia, itu artinya selama ini kerjasama yang selama ini dibangun telah tercapai dengan baik dan benar-benar sinergis antara TNI, Pemda maupun Stake Holder. “Ketahanan pangan adalah masalah bersama, kita bersyukur Panglima punya komitmen tinggi mendorong terus pertanian kita, Bulog juga bisa serap langsung, penting untuk memiliki bulog yang aktif,” ungkap dia.

Lagu sambas

Pooling

Bagaimana Pendapat Anda Tentang Website ini?




Hasil

Sedang Online

Kami memiliki 130 Tamu online

Kunjungan

free counters

You are here: