www.sambas.go.id

  • Full Screen
  • Wide Screen
  • Narrow Screen
  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size

Penyerahan 12 Anak Korban Trafficking

E-mail Cetak PDF

saksikan penandatangan berita acara penyerahanTidak Sampai 1 bulan Hari Anak Nasional diperingati. Di Kab Sambas, peringatan dipusatkan di Kecamatan Teluk Keramat, tepatnya di dua Desa yakni, Tambatan dan Sebagu pada Senin (25/7). Bahkan Desa Sebagu mendeklarasikan sebagai desa layak anak. Adalah Kecamatan Teluk Keramat juga yang mewakili terjadinya korban dugaan kasus human trafficking, dimana dugaan kasus perdagangan atau eksploitasi anak melibatkan anak-anak dari Desa Lela dan Desa Sungai Kumpai Kecamatan Teluk Keramat.

Ada 12 orang anak dari kedua desa tersebut yang diamankan Polres Tanjung Priok Jakarta Utara dengan dugaan human trafficking dan atau pekerja anak dibawah umur. Pemerintah Daerah Kab Sambas bergerak cepat dengan berkoordinasi dengan pihak terkait guna pemulangan 12 orang anak tersebut. Wakil Bupati Sambas, Hj Hairiah SH MH bersama Kabag Kesra, Kabid Pemberdayaan Perempuan dan Kabid Sosial Kab Sambas menjemput langsung korban di Jakarta.

Secara resmi, kepolisian resort Tanjung Priok Jakarta Utara diwakilkan Kanit IV PPA, Ipda Suprobo didamping 3 anggotanya menyerahkan langsung 12 korban kepada orang tua disaksikan Wakil Bupati Sambas, Camat Teluk Keramat dan Kapolsek Teluk Keramat di Ruang Serba Guna Kec Teluk Keramat, Senin (15/8). Penyerahan langsung oleh pihak Polres Pelabuhan Tanjung Priok, sekalian berkaitan dengan keperluan penyelidikan lebih lanjut untuk menambah informasi terkait kasus yang menimpa anak-anak kab sambas itu. Pihak kepolisian itu setelah penyerahan menggelar pertemuan dengan kades dan perangkatnya menggali informasi seputar keberangkatan korban ke Jakarta.

Wakil Bupati Sambas, Hj Hairiah ketika memberikan sambutan dihadapan para orang tua dan para kades se-kec teluk keramat meminta semua komponen masyarakat peduli terhadap proses tumbuh kembang anak. Dia minta pendidikan menjadi prioritas para orang tua. Faktor ekonomi kata dia jangan menjadi alasan yang berlebihan dalam mendukung pendidikan anak.

"Anak-anak kita jika kita paksakan bekerja apalagi jauh diluar lingkungan kita menjadi rentan akan eksploitasi dalam kondisi terburuk," tegas dia. Hairiah mengingatkan, ketika memberikan izin kepada anak untuk turut membantu ekonomi bukanlah hal yang salah secara sosial kemanusiaan, tetapi dimata hukum, aturan pekerja anak sangat ketat. Sehingga para orang tua harus lebih berhati-hati ketika hendak mendorong anak-anak membantu tulang punggung ekonomi keluarga.

"Lebih baiknya, sekolahkan anak-anak kita dahulu, minimal dibekali dengan keterampilan," saran dia. Hal itu menjadi perhatian Wabup, karena menurut dia, jangan sampai orang lain yang mengambil keuntungan dari kondisi yang menimpa 12 korban anak itu. Minimal para kades dan semua tokoh baik agama dan masyarakat yang ada di tingkat desa harus memberikan perhatian serius dan memiliki pengetahuan dan wawasan yang baik tentang seputar pekerja anak.

"Jangan sampai kades dan semua komponen stake holder yang ada di desa turut terlibat dalam kasus seperti ini, seperti memberi rekomendasi dan lain sebagainya. Minimal kades harus tahu regulasinya," tegas Wabup. Diakui Hairiah, memang sulit menegaskan kondisi seperti yang dialami anak-anak dari desa lela dan sungai kumpai itu. Kata dia, banyak anak diperdesaan yang sudah terbiasa membantu ekonomi keluarga bahkan bekerja dengan jam kerja yang panjang.

Hanya saja, perlu diingat jelas Wabup adalah, aturan tidak membolehkan itu, apalagi anak sampai jauh dari pantauan orang tua dan bekerja lebih dari empat jam di lokasi yang sebenarnya tidak diperbolehkan bagi mereka. "Kita khawatirkan mereka terjatuh pada pekerjaan yang terburuk, kita harus lebih peka lagilah terhadap masalah ini, hindarkan anak-anak kita dari calo yang bisa membahayakan anak kita," jelasnya.

Semangat Desa Layak Anak yang digaungkan di Desa Sebagu Kec Teluk Keramat pinta wabup harus menular ke Desa-desa lain di Kab Sambas. Dia yakin desa layak anak adalah satu diantara banyak solusi guna menangkal perdagangan anak atau eksploitasi anak. "Karena dengan komitmen desa layak anak, semua komponen diwajibkan punya perhatian pada hak-hak anak," tutur dia.

Diungkapkan Hairiah, upaya kedepan lainnya guna meminimalisir kondisi seperti itu adalah memperkuat pusat pelayanan terpadu di tingkat desa. Kehadiran pusat layanan terpadu ditingkat yang paling bawah dijelaskan Wabup guna mendekatkan pelayanan dan mempercepat respon tanggap terhadap benih-benih permasalahan di desa. "Kami Pemerintah Daerah meminta agar pendidikan anak korban ini tetap harus lanjut. Minimal bisa dengan pendidikan paket, kecamatan dan desa harus membantu. Minimal mereka dilibatkan dalam loka karya ketenaga kerjaan agar memiliki keterampilan sebagai bekal hidup," papar dia.

Kanit IV PPA Polres Tanjung Priok, Ipda Suprobo menegaskan, 12 anak tersebut bukan ditangkap, melainkan diamankan. Dia menyebutkan tidak sampai 1 x 24 jam, setelah diamankan, anak-anak tersebut sudah dititipkan ke instansi terkait. "Sekali lagi tidak ada penahanan, yang benar kami selaku aparatur hukum mengamankan sebagai antisipasi tidak terjadinya hal-hal yang tidak kita inginkan," tegas dia. Suprobo mengatakan, masih memerlukan beberapa informasi tambahan terhadap kondisi ini. Mereka lanjut dia akan memperdalam informasi dengan meminta keterangan pada pihak desa asal korban.

Bupati Sambas, H Atbah Romin Suhaili Lc ketika menerima para korban diruang rapat kerjanya memberikan pemahaman agar para korban tidak mengulangi lagi kejadian seperti itu. Dia meminta agar para anak-anak benar-benar menyayangi orang tua. "Minimal dengan belajar, minimal dengan melanjutkan pendidikan, itu bagian dari kita menyayangi orang tua kita," tukas dia.

Bupati meminta jangan menjadikan ekonomi keluarga sebagai alasan hak-hak anak diabaikan seperti pendidikan dan kesehatannya. Atbah mengingatkan jangan lagi tergiur dengan janji-janji orang yang tidak punya niat baik dan tidak bertanggung jawab. "Yang kita khawatirkan, anak-anak kita terjerumus dalam kondisi yang buruk, tentunya ini harus kita ingat dan menjadi renungan kita," tegas Bupati.

Proses penyerahan anak kepada orang tuanya dilakukan di Ruang Serba Guna Kecamatan Teluk Keramat, Senin (15/8) dengan penandatangan berita acara penyerahan. Proses tersebut disaksikan juga aktifis anak dan perempuan yang berada di Singkawang, Rosita Ningsih.

Lagu sambas

Pooling

Bagaimana Pendapat Anda Tentang Website ini?




Hasil

Sedang Online

Kami memiliki 116 Tamu online

Kunjungan

free counters

You are here: