www.sambas.go.id

  • Full Screen
  • Wide Screen
  • Narrow Screen
  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size

Bupati Serahkan Santunan, Pemda Apresiasi Bidan Kampung

E-mail Cetak PDF
bersama bidan kampungPemerintah Daerah Kabupaten Sambas memberikan santunan bagi bidan kampung atau dukun beranak. Bupati Sambas, H Atbah Romin Suhaili Lc secara simbolis menyerahkan santunan tersebut di Aula Utama Kantor Bupati Sambas, Senin (8/1) didampingi Kadis Kesehatan I Ketut Sukarja. Ada 100 perempuan yang didominasi usia paruh baya penerima santunan itu. Pemberian santunan itu diungkapkan Bupati sebagai bagian dari merealisasikan janji kampanyenya.

Dijelaskan dia, tidak hanya sekedar pemenuhan janji kampanyenya. Atbah menegaskan, sudah selayaknya para bidan kampung atau dukun bayi itu mendapatkan penghargaan lebih dari semua kalangan termasuk pemerintah daerah. “Profesi mereka ini mulia, menyelamatkan si ibu dan bayi. Kita patut berterima kasih, saya saja lahir dari bantuan seorang bidan kampung,” ungkap Bupati.

Termasuk jelas Bupati, Ibu kandungnya juga berprofesi sebagai bidan kampung. Dia menceritakan jasa yang diterima bidan kampung seperti ibunya dahulu, jauh dari cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. “Saya sangat mengetahui benar kondisi para bidan kampung, karena saya anak bidan kampung,” tutur dia. Santunan itu terang Bupati sebagai ungkapan apresiasi dan terima kasih pemda. Walaupun dia meyakini apa yang disampaikan Pemda tidaklah sebanding dengan pengorbanan para bidan kampung.

“Jangan dilihat dari besarannya, karena jumlah itu tidaklah sebanding dengan jasa-jasa bidan kampung,” papar dia. Bupati meminta, para bidan kampung turut mendorong semua warga rutin memeriksakan kesehatan kandungan, ibu dan anak ke medis terdekat. Dia menegaskan jangan sampai terjadi peningkatan angka kematian ibu melahirkan dan bayi. “Bila perlu tahun ini kita harapkan tidak terjadi kasus kematian. Bagaimana caranya, kita perbanyak berdoa, mohon kepada Allah SWT, rajin periksakan kesehatan kandungan ke pihak medis terdekat mulai sejak dini,” jelas dia.

Kadis Kesehatan I Ketut Sukarja mengemukakan masih tingginya angka kematian ibu melahirkan dan kelahiran bayi dikarenakan masih tingginya persalinan di rumah. Tidak hanya itu, dia menyebutkan terdapat masalah budaya perilaku di masyarakat dan tanda-tanda sakit pada neonatal yang sulit dikenali. “Memang keberadaan dukun bayi atau bidan kampung sebagai orang kepercayaan dalam menolong persalinan adalah sosok yang dihormati dan dianggap berpengalaman dimasyarakat. Itu penting dan punya andil yang besar dalam mendapatkan kepercayaan masyarakat,” paparnya.

Berbeda dengan keberadaan bidan kesehatan yang rata-rata masih muda dan belum seluruhnya mendapatkan kepercayaan masyarakat. Kadis Kesehatan menerangkan diperlukan upaya yang dapat membuat kerjasama yang saling menguntungkan antara bidan dengan dukun bayi atau beranak dalam pertolongan persalinan. “Pola kemitraan bidan dan dukun bayi diharapkan dapat menurunkan angka kematian ibu dan bayi dengan mengurangi resiko yang munkin terjadi bila persalinan tidak ditolong oleh tenaga kesehatan yang tidak kompeten,” terang kadis Kesehatan.

Pola dimaksud ujar Ketut Sukarja, lebih kepada memindahkan persalinan dari dukun bayi ke bidan dan mengalih fungsikan dukun bayi menjadi mitra dalam merawat ibu dan bayi pada masa nifas. Dia juga menghimbau setiap warga dapat memeriksakan diri tidak hanya pada saat usia kehamilan menginjak usia 7 atau 8 bulan keatas. “Sebaiknya, dari awal kehamilan sudah diperiksakan ke medis terdekat. Biar jika terdapat resiko, dapat kita analisis sejak dini,” himbau dia.

Lagu sambas

Pooling

Bagaimana Pendapat Anda Tentang Website ini?




Hasil

Sedang Online

Kami memiliki 96 Tamu online

Kunjungan

free counters

You are here: