www.sambas.go.id

  • Full Screen
  • Wide Screen
  • Narrow Screen
  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size
 
banner hasil seleksi mahasiswabaru IAIS
 
banner Pengumuman teswawancara RISNAKES 2017

House of Irsan Asha, JF3 2017 & Tenun Sambas

E-mail Cetak PDF

fashion tenun sambas

Jakarta Fashion and Food Festival ke-14 Tahun 2017, adalah event bergengsi tahunan. Sebagai wadah bagi para pelaku industri mode dan kuliner Indonesia untuk mempromosikan produk-produk dalam negeri hingga ke kancah international. JFFF 2017 adalah bagian upaya menunjukkan dan mempertegas jadi diri bangsa Indonesia yang punya keanekaragaman budaya yang begitu berlimpah, dapat semakin mencintai kekayaan tersebut sehingga tumbuh rasa bangga yang membesarkan bangsa ini. Hal itu ditegaskan Liliawati Rahardjo, Direktur PT Summarecon Agung Tbk pada perhelatan Parade Busana House Of Irsan Asha, di JFFF 2017 ke-14, Rabu Malam (26/4).

Soegianto Nagaria, Chaiman JFFF pada kesempatan yang sama menegaskan JF3 adalah bagian upaya partisipasi aktif melestarikan beragam kekayaan, keindahan maupun kemajemukan budaya Indonesia. Kata dia, diperhelatan ke-14 tahun 2017 ini, bentuk konsistensi JFFF melestarikan dan mengembangkan nilai budaya dan kekuatan perekonomian Indonesia melalui industri mode dan kuliner berbasis budaya. Kata Soegianto, JFFF 2017 didukung kolaborasi para desainer ternama Indonesia dengan para pengrajin kain tradisional pada setiap peragaan busana JFFF Awards dalam program Fashion Festival.

JFFF tahun ini, fashion festivalnya dengan bangga mempersembahkan koleksi House Of Irsan, dengan Tema "Asha", mengangkat kain songket sambas, hasil karya tangan para pengrajin asli dari sambas. Asha dalam bahasa sansekerta mengandung arti "Harapan".. Irsan menyebutkan hal tersebut mempresentasikan harapan bahwa dengan koleksi busana yang ditampilkan, maka kain songket sambas dapat lebih dikenal dan dikenakan oleh masyarakat luas. Lebih lanjut dia tegaskan, sehingga secara berkesinambungan juga membuka lapangan kerja lebih luas lagi dimasa mendatang bagi para perajin, serta menjadi salah satu bentuk cara untuk melestarikan warisan budaya bangsa.

Diterangkan dia, koleksi hasil dari tenun sambas itu, tanpa mengabaikan pakem-pakem yang telah dipelihara secara turun temurun. House of Irsan mengambil budaya Sambas serta koneksi kain dengan akar budaya yang dimilikinya sebagai inspirasi. Terwujudlah koleksi busana sebanyak 35 looks untuk wanita dan 6 looks busana untuk pria menggunakan teknik old typical tailoring cut dengan segi potongan, pola dan alur koleksi yang kuat tanpa mengganggu orisinalitas hasil karya tangan para pengrajin kain songket.

Hj Lusyanah Kosasih Atbah, Ketua Dekranasda Kab Sambas menuturkan bahwa dalam beberapa waktu terakhir, apa yang telah diupayakan dekranasda melalui kepemimpinan yang sebelumnya sudah mulai membuahkan hasil positif. Kata dia, ketertarikan dunia mode terutama fashion nasional sudah ada trend positif untuk mengeksplor kekayaan nilai tenun songket sambas yang lebih dikenal dengan kain lunggi sambas.

"Kita sebagai masyarakat sambas patut bersyukur kepada Allah Swt, jalan kita dimudahkan untuk menduniakan kain tenun sambas. Mengapa?, show tunggal tenun sambas oleh House of Irsan di ajang JFFF 2017 ini, kita didukung penuh oleh mereka," tutur Hj Lusyanah Atbah di sela-sela perhelatan show tunggal di Haris Hotel Mall Kelapa Gading tersebut, Rabu Malam (26/4).

Harapan dia, dengan dibukanya peluang tersebut, tenun sambas semakin dikenal dan pengrajin tenun sambas semakin terbuka peluang usahanya. "Pastinya, ini adalah warisan emas para pendahulu kita, dengan dinamisnya industri tenun dan fashion yang melibatkan tenun sambas, Insya Allah ini akan lestari," tegas dia.

Lagu sambas

Pooling

Bagaimana Pendapat Anda Tentang Website ini?




Hasil

Sedang Online

Kami memiliki 36 Tamu online

Kunjungan

free counters

You are here: