www.sambas.go.id

  • Full Screen
  • Wide Screen
  • Narrow Screen
  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size

Gelar Budaya Kerja SIGAP BKD Kabupaten Sambas

 Video on Youtube

 

Informasi Pelaksanaan rekruitmen penerimaan Anggota Polri Tahun 2017

Informasi Pelaksanaan rekruitmen penerimaan Anggota Polri Tahun 2017.

TARUNA AKPOL, BRIGADIR PENYIDIK PEMBANTU, BRIGADIR POLRI, TAMTAMA POLRI.

Download informasi selengkapnya.

 download

Informasi Publik

Petani Naga Sebubus Keluhkan Tanggul Jebol

E-mail Cetak PDF

*** Bupati Tinjau Lokasi Kebun

bersama petani buah naga

Petani buah naga di Dusun Jeruju Desa Sebubus Kec Paloh mengadukan tanggul air yang jebol di area kebun buah naga warga. Menyikapi hal tersebut, Bupati Sambas, H Atbah Romin Suhaili Lc melakukan kunjungan ketitik permasalahan guna melihat langsung permasalahan. Bupati didampingi Kabid Perhubungan Darat, H Indra dan Bagian Humas PDE dan Sandi, mengecek langsung beberapa titik tanggul jebol di area kebun buah naga warga.

Bersama beberapa petani, Bupati didampingi rombongannya berdialog seputar solusi pemecahan permasalahan yang dihadapi warga itu. Bupati dibawa beberapa petani buah naga menggunakan sepeda motor, menyusuri areal kebun buah naga yang terkena dampak dari tanggul jebol tersebut. Hendi, satu diantara beberapa petani buah naga yang kebunnya terkena langsung dampak tanggul jebol mengatakan, sudah dua bulan ini tanaman buah naganya tidak berbuah. Dikatakan dia, kerugian yang dialami cukup besar. "Sebulan rata-rata panen berkisaran diantara 700 Kilogram hingga satu ton lebih, sudah lebih dua bulan ini, tanaman saya berhenti berbuah, bahkan banyak tanaman yang menjadi rusak," sebut dia.

Permasalahan ketika tanggul jebol, diungkapkan Hendi, air asin dari laut menggenangi areal perkebunan. Itu terjadi terutama ketika terjadi pasang laut. Sebenarnya, sebut pria yang merupakan asal kecamatan jawai ini, tidak hanya perkebunan buah naga yang terancam dengan adanya tanggul jebol itu. "Jika ini tidak mendapat perhatian serius, ratusan hektar buah naga warga dan areal pertanian sawah juga terancam rusak," tegas dia.

Hendi menyebutkan, dia bersama dengan petani buah lainnya bukannya tanpa usaha guna menangani permasalahan tanggul jebol itu. Dijelaskannya, upaya bersama secara manual memperbaiki tanggul yang jebol sudah diupayakan, hanya saja, usaha yang dilakukan tidak bertahan lama, yang membuat tanggul kembali jebol. "Kita telah upayakan secara manual, tetapi hasilnya tidak maksimal, kita perbaiki, jebol lagi," cerita dia.

Bupati Sambas, H Atbah Romin Suhaili Lc, berjanji menyikapi serius permasalahan yang dihadapi warganya itu. Dia meminta, semangat warga tetap dijaga, gotong royong tetap dihidupkan dalam menangani permasalahan itu. "Saya apresiasi terhadap apa yang telah dilakukan rakyat saya, pertama yang harus kita kedepankan semangat gotong royong, kita perbaiki bersama-sama, kita upayakan apa yang segera bisa kita lakukan untuk menyelesaikan ini," sebut dia.

Selanjutnya, Bupati menegaskan segera memerintahkan instansi terkait menyikapi permasalahan ini. Unit kerja yang berhubungan dengan permasalahan warga itu lanjut dia akan dipintai solusi terbaik guna penyelesaiannya. "Warga, petani saya minta harus tetap optimis, Pemerintah Daerah akan menaruh perhatian yang besar mengenai keluhan ini," tutur dia. Bupati juga meninjau lokasi kebun buah naga yang tidak terkena dampak tanggul jebol dan area jalan usaha tani.

Ketika berdialog dengan Bupati Sambas, Arhadi, petani buah naga dusun jeruju desa sebubus menjelaskan diarea dusun jeruju saja terdapat sekitar 10 ribuan tanaman buah naga. Dia meyakini, kecamatan paloh bisa menjadi sentra buah naga sama seperti kecamatan jawai. "Buah naga ini menjanjikan untuk menopang ekonomi keluarga," ungkap dia. Arhadi menyebutkan, dampak yang dirasakan petani, ketika tanggul jebol dan air asin laut menggenangi areal kebun terlalu lama, pertumbuhan tanaman tidak sehat dan tidak produktif.

Lagu sambas

Pooling

Bagaimana Pendapat Anda Tentang Website ini?




Hasil

Sedang Online

Kami memiliki 232 Tamu online
You are here: