www.sambas.go.id

  • Full Screen
  • Wide Screen
  • Narrow Screen
  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size

Upacara Hari Sumpah Pemuda Tahun 2017

E-mail Cetak PDF
Teladani Semangat Lahirnya Sumpah Pemuda, Hilangkan Kebencian
upacara hsp 2017Sebetulnya, tidak ada ruang untuk salah paham apalagi membenci. Karena semua hal dapat dikonfirmasi dan diklarifikasi hanya dalam hitungan detik. Itulah kehidupan era globalisasi dan digitalisasi. Penegasan itu dikatakan Wakil Bupati Sambas, Hj Hairiah SH MH saat membacakan sambutan Menteri Pemuda dan Olahraga RI pada peringatan Hari Sumpah Pemuda Tahun 2017 di Halaman Kantor Bupati Sambas, Senin (30/10). Dia mengatakan rasa kebencian yang mudah sekali ditebar melalui dunia digital saat ini harus malu dengan berkaca dari lahirnya sejarah sumpah pemuda.

Sumpah pemuda dijelaskan Wabup diikrarkan oleh 71 pemuda dari seluruh penjuru tanah air yang berkumpul di Jakarta dengan beragam perbedaan suku, agama, bahasa hingga jarak wilayah masing-masing. “Anehnya justru dengan berbagai macam kemudahan yang kita miliki hari ini, kita justru lebih sering berselisih paham, mudah sekali memvonis orang, mudah sekali berpecah belah, saling mengutuk satu dengan yang lain, menebar fitnah dan kebencian,” ujar Wabup.

Mudahnya menebar hal negatif itu, kata Hairiah seolah-olah kehidupan sosial masyarakat dipisahkan oleh jarak yang tidak terjangkau atau berada diruang isolasi yang tidak terjamah atau ruangan yang tidak dapat ditembusoleh siapapun. Menurut Wabup, seharusnya kemudahan teknologi dan sarana transportasi saat ini, membuat kita untuk lebih mudah berkumpul, bersilaturahmi dan berinteraksi sosial. “Sebetulnya, tidak ada ruang untuk salah paham apalagi membenci, karena semua hal dapat kita konfirmasi dan kita klarifikasi hanya dalam hitungan detik,” ungkap Hairiah.

Proklamator NKRI saja tambah Wabup pernah menyampaikan bagaimana harusnya pemuda berkarya. Kata dia, pemuda sekarang harus lebih baik dari generasi sebelumnya, bukan sebaliknya. “Bung Karno pernah menyampaikan jangan mewarisi abu sumpah pemuda, tapi warisilah api sumpah pemuda. Kalau sekedar mewarisi abu, saudara-saudara akan puas dengan Indonesia yang sekarang sudah satu bahasa, satu bangsa dan satu tanah air. Tapi ini bukan tujuan akhir,” jelas Wabup mengutip Pernyataan Bung Karno.

Ruang untuk Pemuda berkarya terang Hairiah masih terbuka luas dan lebar. Kemiskinan, kebodohan, ancaman krisis moral, narkoba hingga pergaulan bebas harus dilawan dengan langkah nyata. “Persatuan dan kesatuan harus tetap digelorakan, stop segala bentuk perdepatan yang mengarah pada perpecahan bangsa. Sudah saatnya kita melangkah kepada tujuan yang lebih besar, mewujudkan kesejahteraan dan keadilan sosial diseluruh penjuru Indonesia,” papar dia.

Lagu sambas

Pooling

Bagaimana Pendapat Anda Tentang Website ini?




Hasil

Sedang Online

Kami memiliki 117 Tamu online

Kunjungan

free counters

You are here: