www.sambas.go.id

  • Full Screen
  • Wide Screen
  • Narrow Screen
  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size

Indonesia Berdaulat, Mandiri dan Pribadi Gotong Royong

E-mail Cetak PDF
ziarah makan pahlawan di TMP SambasBerbagai Sejarah Kepahlawanan, mengisahkan tentang menyala-nyala Harapan yang menjadi pemantik berbagai tindakan heroik. Tentunya tindakan heroik itu mengagumkan. Republik Indonesia, ketika di Proklamirkan dengan keberanian, tekad, pemikiran orisinil tentang kehidupan bernegara, tertuang dalam Pancasila dan Undang-undang Dasar 1945. Pengorbanan besar mewarnai perjuangan itu, dan akhirnya, Rahmat Allah SWT, Yang Maha Kuasa, Yang Maha Esa menghadirkan keinginan luhur bangsa ini berkehidupan kebangsaan yang bebas, sehingga lahirlah Rakyat Indonesia menyatakan kemerdekaannya.

Dijelaskan Bupati Sambas, pada peringatan hari pahlawan beberapa waktu lalu, Keberanian adalah pemantik sehingga para pendahulu bangsa berani memproklamirkan kemerdekaan menjadi modal yang tak ternilai dan tidak kasat mata. Kata dia modal itu karena adanya sebuah Harapan. “Sebuah harapan yang menimbulkan optimisme dalam hidup, sebuah harapan yang membuka segenap potensi, kita punya vitalitas dan daya hidup kemanusiaan untuk membuka terang kehidupan di masa depan,” tutur dia.

Atbah menyebutkan Harapan itu mengantarkan Rakyat Indonesia kedepan pintu gerbang kemerdekaannya, sehingga hingga saat ini Bangsa yang besar ini terus membangun sebuah kehidupan bernegara, rumah tangga politik kebangsaan dan kenegaraan yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur. Visi transformatif Presiden RI ke-7, Joko Widodo mengarah dan menghimpun gerak seluruh elemen Republik Indonesia. “Kita harus mendukung visi Presiden yakni Terwujudnya Indonesia yang Berdaulat, Mandiri dan Berkepribadian Berlandaskan Gotong Royong,” tegas dia.

Dalam kerangka mewujudkan visi tersebut diingatkan Bupati telah dirumuskan sembilan agenda prioritas pemerintahan kedepan yang disebut nawa cita. Kesembilan agenda prioritas itu diterangkan Atbah dikategorikan dalam tiga ranah. Adalah sebut dia ranah mental kultural, ranah material atau ekonomi dan ranah politik. “Dengan ketiga ranah itu, pemerintah saat ini berusaha melakukan berbagai perubahan secara akseleratif berlandaskan prinsip-prinsip pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945. Ketiga ranah pembangunan itu bisa dibedakan tapi tak dapat dipisahkan,” sebut dia.

Lebih lanjut Bupati memaparkan bahwa ranah yang satu dengan yang lain saling memerlukan pertautan secara sinergis. Dicontohkan dia, perubahan mental kultural memerlukan dukungan politik dan material berupa politik kebudyaan dan ekonomi budaya. Sebaliknya jelasnya, perubahan politik memerlukan dukungan budaya dan material berupa budaya demokrasi dan ekonomi politik.

“Republik Indonesia yang berdiri atas berkat rahmat Allah Swt, Yang Maha Kuasa, Yang Maha Esa, ini dapat kita terus nikmati kemerdekaannya karena para pahlawan pendahulu kita mengajarkan kepada kita keteladanan akan rela berkorban,” kenang Atbah. Mengutip pernyataan bung Karno, Bupati menegaskan, Kehidupan berbangsa dan bernegara di Republik Indonesia tercinta hanya bisa terwujud dan menjadi lebih baik dan maju kalau kita semua mau berkorban, mau memberi dan mau mengabdikan hidup untuk merawatnya.

Semua komponen lanjut dia memiliki kapling tugas dan fungsi masing-masing dalam rangka dukungan mewujudkan Indonesia Berdaulat, Mandiri dan berkepribadian berlandaskan semangat Gotong Royong. “Jangan hanya kita bisa atau mudah berkumpul, tetapi kita harus bisa bersatu, mudah untuk bersatu. Insya Allah negara ini menjadi lebih kuat,” papar dia.

Lagu sambas

Pooling

Bagaimana Pendapat Anda Tentang Website ini?




Hasil

Sedang Online

Kami memiliki 77 Tamu online

Kunjungan

free counters

You are here: