www.sambas.go.id

  • Full Screen
  • Wide Screen
  • Narrow Screen
  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size

Apresiasi Responsif Gender Jadi Perhatian PT

E-mail Cetak PDF
foto bersama
Wakil Bupati Sambas, Hj Hairiah SH MH, mengapresiasi Perguruan Tinggi menerapkan Kurikulum Responsif Gender dilingkungan kampus. Seperti kerjasama yang dilakukan Istitut Agama Islam Sultan Muhammad Syafiuddin Sambas dengan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI dengan menggelar Workshop Penerapan Kurikulum Responsif Gender di Lingkungan Istitut Agama Islam Sultan Muhammad Syafiuddin Sambas Tahun 2017.

Workshop digelar di salah satu hotel di Kota Sambas, Selasa (8/8), dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Sambas, dihadiri Bupati Sambas periode 2001-2011, Ir H Burhanuddin A Rasyid, Rektor IAIS Muhammad Syafiuddin Sambas, Dr H Jamiat Akadol MSI MH, Perwakilan dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI. Dalam sambutannya, Hairiah menegaskan kampus atau perguruan tinggi merupakan wadah atau media yang tepat untuk memberikan pemahaman yang benar terkait responsif gender.

Dia mengharapkan, kampus mampu menetralisir atau meredam hal-hal yang tidak tepat dalam pelaksanaan responsif gender. “Pemerintah daerah kabupaten sambas mengapresiasi upaya ini. Sekaligus pemda berterima kasih kepada Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI, yang telah menjadikan salah satu perguruan tinggi yang ada di Kabupaten Sambas sebagai bagian dari sasaran program kerjanya,” ujar Wabup.

Diharapkan Wakil Bupati, workshop tersebut nantinya benar-benar merealisasikan penerapan kurikulum dimaksud. Multi efeknya, jelas dia dapat memberikan kontribusi nyata pada pengurangan angka tingginya kasus diskriminasi gender dan kekerasan verbal di Kab Sambas. “Pemda menginginkan IAIS sebagai institusi kependidikan khususnya fokus aspek agama dapat memberikan pemahaman yang tepat terkait isu responsif gender yang seharusnya. Bagaimana isu gender dan agama tidak bergesekan, melainkan saling menguatkan. Dan mampu memberikan penguatan pada peran gender untuk pembangunan,” tegasnya.

Rektor IAIS M Syafiuddin, Dr H Jamiat Akadol MSI MH, menegaskan, digelarnya kerjasama itu, sangat penting bagi kemajuan pendidikan di Kab Sambas. Dia berterima kasih atas penunjukkan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI pada Institusi pendidikan yang dipimpinnya untuk menerapkan kurikulum itu kedepannya. “Ini sebagai bentuk upaya merespon kondisi terkini terkait gender dengan cara melibatkan institusi kependidikan terutama perguruan tinggi. Kita mengharapkan upaya ini kedepannya berjalan lancar dan tujuan yang diharapkan bisa tercapai maksimal,” sebutnya.

Dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Sayuti Fitri menerangkan, IAIS M Syafiuddin adalah satu-satunya kampus atau Institut Swasta yang ikut terlibat dalam proyek dimaksud. Disebutkan dia, tahun 2017 ini hanya ada 6 perguruan tinggi. “Kelimanya adalah institut negeri, satu swasta yakni IAIS M Syafiuddin Sambas ini,” sebutnya. Dijelaskan dia, ada beberapa alasan penting, mengapa IAIS M Syafiuddin Sambas ikut terlibat dalam kerjasama dimaksud.

Kunjungan Deputi dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI beberapa waktu yang lalu ke Sambas terkait kasus human trafficking, kata dia menjadi bagian tak terpisahkan penunjukkan IAIS M Syafiuddin Sambas menjadi bagian kerjasama penerapan kurikulum. “Kita menjadikan sambas sebagai bagian dari sasaran program dikarenakan masih tingginya angka praktif kekerasan terhadap perempuan dan anak, baik kekerasan fisik hingga seksual. Ini harus bersama-sama menjadi perhatian, tanggung jawab dan untuk kita tuntaskan,” terang dia.

Lagu sambas

Pooling

Bagaimana Pendapat Anda Tentang Website ini?




Hasil

Sedang Online

Kami memiliki 89 Tamu online

Kunjungan

free counters

You are here: