www.sambas.go.id

  • Full Screen
  • Wide Screen
  • Narrow Screen
  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size

Silaturahim MUI Kab Sambas

E-mail Cetak PDF
silaturahimDikatakan Bupati Sambas, H Atbah Romin Suhaili Lc, Serambi Mekkah harus kembali dibumikan di Kab Sambas. Satu dari beberapa upaya yang patut mendapat perhatian kata dia adalah mengembalikan sambas kepada khitah atau haluannya. Yakni menghidupkan syiar-syiar Agama dan menghormati para ulama.

Penegasan itu dia ungkapkan saat menghadiri silaturahim Majelis Ulama Indonesia Kab Sambas di Aula Kantor Bupati Sambas, Sabtu (28/7). Yang mendesak diterapkan saat ini kata Bupati Sambas adalah menghidupkan toleransi interen ummat. “Kita harus saling menghormati, menghormati orang lain yang memiliki perbedaan dengan kita. Masih ada hal yang sama diantara kita semua, bekerjasamalah seoptimal munkin pada hal yang kita memiliki kesamaan,” ujar dia.

Atbah mengajak, ummat muslim bersatu dan terus menjaga persaudaraan muslim. Ummat lanjut dia dipinta bersatu membangun Kab Sambas. “Kita kuat jika Bersama-sama, dan lemah jika sendiri,” tegas Atbah. Semangat silaturahim pintanya harus terus dibangun. Bupati mengingatkan Sabda Rasulullah Saw terkait silaturahim.

Dijelaskan dia, tidak ada dosa yang dipercepat dampak negatifnya oleh Allah SWT selain dua hal, yakni perbuatan mesuk dan memutuskan silaturahim. “Setanpun memecahbelah kita dari kurang baiknya silaturahim. Mereka hadirkan dalam hati kita rasa saling curiga, su’uzon, saling hujat, mengkriminimalisasi. Tidak sehat negeri ini, jika sesama rakyat hadir penyakit hati tersebut, pemimpin negeri ini dihujat, dihina. Tidak akan berkah jika pemimpin kita hujat,” ingat Atbah.

Pesan Rasulullah Saw, sebut Bupati adalah pemimpin diangkat untuk ditaati. Sama seperti raja, lanjut Atbah, diangkat untuk ditaati. “Pemimpin ini kita tunjuk, kita pilih untuk memimpin negeri ini. Jangan sampai kita hujat. Tapi kita doakan dengan yang baik-baik, agar negeri ini, agar rakyat, kita semua mendapatkan keberkahan,“ ajak dia.

Kondisi perpolitikan negeri ini menurut Bupati tidak mendidik, tidak baik, banyak menguras energi. Atbah menjelaskan, dalam kajian agama terdapat peringatan bahwa baiknya rakyat dikarenakan kebaikan pemimpinnya. Dan baiknya pemimpin dikarenakan kebaikan yang ada pada ulama. “Oleh karenanya baik kita sebagai ummat, dan pemimpin, harus baik-baik dengan ulama. Rendah hati, jangan sombong, jangan angkuh. Jika terdapat keangkuhan dan kesombongan, itulah yang bisa memecah belah kita,” Jelas dia.

Atbah menerangkan, beruntung setiap hamba Allah yang mampu membersihkan hatinya dan merugi bagi hamba yang kotor hatinya. Ketua MUI Kab Sambas, H Syamsuri senada dengan Bupati Sambas. Dia mengatakan pentingnya menjaga silaturahim. “Penting sekali untuk kita menghidupkan semangat persaudaraan muslim kita,” ingat dia.

Lagu sambas

Pooling

Bagaimana Pendapat Anda Tentang Website ini?




Hasil

Sedang Online

Kami memiliki 128 Tamu online

Kunjungan

free counters

You are here: