Kunker Resmikan PLBN Aruk, Presiden Minta Rakyat Bersyukur

Cetak

*** Ingatkan Kerja Keras Tingkatkan Ekonomi

Bupati Sambas bersama Presiden

Agenda Peresmian PLBN Aruk di Sajingan Besar Kab Sambas adalah kunjungan kerja pertama Presiden RI Joko Widodo ke Kabupaten Sambas. Sebelumnya memang pernah dikabarkan, Presiden RI ke-7 itu diagendakan akan melakukan kunjungan kerja ke Kab Sambas dimasa kepemimpinan Juliarti-Pabali Musa. Hanya saja urung dilaksanakan terkait agenda Presiden yang begitu padat.

tinjau pembangunan

Dalam sambutannya, Joko Widodo mengungkapkan kebahagiannya bisa ke Kalimantan Barat untuk yang ketujuh kalinya. Presiden mengapresiasi pertumbuhan ekonomi Kalimantan Barat yang mencapai diatas rata-rata Pusat. "Saya juga sangat berbahagia sekali Pak Gubernur, saya harus menyampaikan apresiasi, karena di Kalimantan Barat pertumbuhan ekonominya di atas rata-rata nasional. Ini baru saja saya baca, 5,22 persen, tinggi ini. Tapi memang harus terus dipertahankan dengan kerja keras seluruh masyarakat," ujar dia.

Presiden mengingatkan ekonomi dunia sekarang ini semuanya melambat, turun semuanya. Kata dia, Indonesia dengan susah payah, segala jurus atau kebijakan dikeluarkan agar ekonomi tidak turun. "Alhamdulillah 2016 yang lalu kita tumbuh 5,02. Kita adalah masuk dalam 3 (tiga) besar terbaik, setelah India, China, Indonesia," jelas dia.

Karenanya, Presiden meminta seluruh rakyat harus pandai mensyukuri nikmat Allah SWT. Joko Widodo menegaskan upaya Pemerintah mewujudkan itu dengan susah payah. "Ini yang sering kita lupa mensyukuri. Pertumbuhannya bisa dipertahankan baik tapi masih banyak yang demo. Ada harga minyak naik sedikit itu saja demo. Kadang-kadang saya, aduh, demo itu yang korupsi gede-gede, itu yang didemo. Harga BBM naik 500 perak saja demonya 3 (tiga) bulan," papar dia.

Presiden yang akrab disapa Jokowi itu sedikit bercerita tentang harga BBM di Papua, di Wamena, di Lanny Jaya, di Puncak, di Nduga, di Pegunungan Tengah, yang harga dulunya 60 ribu – 100 ribu. Lanjut dia, Itu tidak pernah ada yang demo, berpuluh tahun diam. "Tapi sekarang alhamdulillah sudah 5 (lima) bulan yang lalu harganya sudah sama seperti provinsi-provinsi yang lain. Itu saya beri tugas 1,5 tahun menterinya. Saya mau ini sama seperti provinsi yang lain. 1,5 tahun baru bisa kejadian. Itu nginjek sana-nginjek sini, nginjek sana-nginjek sini. Saya sebenarnya nginjek-nginjek orang enggak senang tapi kalau perlu untuk rakyat akan saya lakukan," tukas dia.