www.sambas.go.id

  • Full Screen
  • Wide Screen
  • Narrow Screen
  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size

Kunker Irjen Keuangan, Ajak Reformasi Kelola Keuangan Daerah

E-mail Cetak PDF
Kabupaten Sambas Kedatangan Pejabat Eselon I. Adalah Inspektur Jenderal Keuangan Kementerian Keuangan Republik Indonesia, Sumiyati AK MFM, melakukan kunjungan kerja ke kab sambas, Kamis (8/8). Irjen memboyong beberapa pejabat eselon dibawah struktur organisasinya.

Sumiyati disambut langsung Bupati Sambas, H Atbah Romin Suhaili Lc MH, Sekda Kab Sambas dan beberapa pejabat eselon II. Irjen Keuangan disambut dengan pengalungan syal bermotif tenun sambas dan hidangan bubur paddas khas sambas.

Usai menikmati hidangan penyambutan, Irjen bersama pejabat pemda melakukan tatap muka di Ayla Utama Kantor Bupati Sambas. Atbah memberikan sambutan selamat datang. Dijelaskan Bupati, Kab Sambas adalah kabupaten yang memiliki perbatasan langsung dengan negara tetangga.

"Selamat datang kepada Irjen Keuangan, Ibu Sumiyati dan rombongan, ini tentunya kebahagiaan bagi kami, pemerintah daerah kab sambas dengan kehadiran Ibu bersama rombongan," ujar Bupati menyambut rombongan. Dikatakan dia, Kab Sambas memiliki banyak potensi yang bisa dikembangkan. Bupati juga menyampaikan terima kasih kepada pemerintah pusat atas perhatian yang diberikan kepada kab sambas.

"Kami bukan lagi ujung negeri, sekarang kami ini beranda negara. Alhamdulillah, terima kasih pak Presiden telah memberikan perhatian yang begitu besar bagi Kab Sambas. Ini tampak dari hadirnya ged7ng PLBN Aruk yang megah, Toiletnya saja kata warga asing setara hotel bintang 5, jalan perbatasan yang begitu mulus," sebut dia. Harapan Bupati, kehadiran Irjen Keuangan ke Kab Sambas memberikan dampak positif bagi Pengelolaan Keuangan Daerah dan peningkatan PAD Kab Sambas.

Sumiyati, Irjen Keuangan, dalam pemaparannya banyak membahas kondisi keuangan dan pengelolaannya. Diantaranya terkait pengelolaan keuangan negara dan tantangan pemerataan pembangunan. "Salah satu tantangan utama Indonesia adalah ketimpangan pemerataan pembangunan. Sepukuh tahun terakhir, sekitar 80 persen PDB kita disumbang dari Jawa dan sumatera. Disisi lain, tingkat kemiskinan di Indonesia Bagian Timur masih relatif tinggi yakni diatas 10 persen," papar Sumiyati.

Karenanya, dijelaskan Sumiyati, diperlukan evaluasi APBD. Komposisi PAD yamg perlu mendapat perhatian menurut dia, bagaimana daerah mampu menggali potensi untuk peningkatan PAD atau pendapatan asli daerah. "Kedepannya pusat mendorong daerah mampu menggali potensi pendapatan asli daerah yang dimiliki dan menjadi penopang untuk struktur APBD. Selain itu, daerah didorong untuk menganalisis aset tetap daerah maupun analisis belanja perfungsi," sebut dia.

Menurut Irjen Keuangan, instrumen pengawasan memiliki peranan yang penting untuk mewujudkan itu semua. Kata dia, dengan instrumen pengawasan, memberikan kepastian ketepatan pengelolaan keuangan. "Keberadaan instrumen pengawasan penting agar ketepatan sasaran dan tujuan program dapat tercapai," ungkap dia.

Lagu sambas

Pooling

Bagaimana Pendapat Anda Tentang Website ini?




Hasil

Sedang Online

Kami memiliki 91 Tamu online

Kunjungan

free counters

You are here: