www.sambas.go.id

  • Full Screen
  • Wide Screen
  • Narrow Screen
  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size

Evaluasi Penanganan Karhutla, Polda Gelar Vicon ke-3

E-mail Cetak PDF
Vicon Di Mapolres SambasKapolda, Gubernur Kalbar dan Panglima Kodam menggelar Video Conference membahas penanganan lanjutan kebakaran hutan dan lahan diwilayah Kalimantan Barat. Vicon ini merupakan gelaran ketiga terkait penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan semester kedua tahun 2019 ini. Dikatakan Kapolda Kalbar, Didi Haryono, vicon ini guna mengevaluasi hal-hal yang telah disepakati dari vicon yang lalu. Yakni terkait hotspot, langkah nyata penanggulangan hingga tindakan penegakan hukum.

Vicon dimulai pemaparan oleh tim satgas penanganan karhutla dari Polda Kalbar. Kapolda juga mengabsen pejabat-pejabat yang menghadiri Vicon yang digelar dimasing-masing markas Polres. Di Mapolres Sambas, hadir Bupati Sambas, Dandim 1202 Skw dan Kapolres Sambas diikuti seluruh kapolsek dan Dinas-dinas terkait.

Informasi dari data yang dipaparkan oleh tim Polda Kalbar, sudah 27 perusahaan perkebunan di segel oleh jajaran Polda Kalbar. Kurang lebih data lahan hutan yang terbakar mencapai 25.900 hektar. Gubernur Kalbar H Sutarmidji dalam pengarahannya menyebutkan perlunya antisipasi agar titik api tidak berkembang.

Diyakini dia, dengan kondisi sekarang hanya hujan solusi terbaik. Dari Propinsi juga melakukan tindakan dengan memberikan sanksi berupa pelarangan pengelolaan lahan yang terbakar selama beberapa tahun. Bupati Walikota diminta tegas mengambil tindakan dan sanksi terutama perusahaan yang membuka lahan dengan membakar.

Gubernur apresiasi pada Bupati Sanggau yang telah mengajukan pencabutan ijin 5 perusahaan yang telah membuka lahan dengan membakar. Ditegaskan Sutarmidji, penanganan saat ini sudah dilakukan langkah yang lebih baik dibanding sebelumnya. "Walaupun perlu kita akui tetap saja bencana asap kebakaran hutan lahan masih tetap mengganggu jadwal penerbangan," imbuh Gubernur.

Langkah lain dijelaskan Gubernur adalah dengan mengadakan Rapat khusus membahas semua lahan yang telah diberikan konsensus dengan Kepala Daerah se Kalbar. "Pemerintah sangat berterima kasih dengan adanya investasi, tapi kita juga menginginkan bagaimana investasi tidak sampai merugikan negara," ujar dia. Penanganan kebakaran hutan saat ini tutur Gubernur memerlukan dana yang besar. Menurutnya, jangan sampai investasinya tidak seberapa, tetapi biaya untuk penanganan bencananya begitu besar.

Sutarmidji menambahkan, dalam  memberikan perijinan harus dengan pengawasan yang kontinyu. Diingatkan Gubernur, semua penanganan karhutla saat ini dilaporkan langsung Menteri Dalam Negeri dan Sekretariat Negara.

Gubernur juga mengingatkan bahwa pejabat pemberi ijin perusahaan bisa terjerat kasus hukum jika tidak teliti dalam memberikan ijin akibat adanya kebakaran hutan seperti saat ini. Bupati Sambas H Atbah Romin Suhaili Lc MH ditantang Gubernur Kalbar terkait penanganan Kebakaran hutan dan lahan.

Di Kab Sambas, ada perusahaan yang sudah disegel Polres Sambas, dan masih dalam proses pemeriksaan. Gubernur menantang Bupati Sambas untuk berani mengajukan pemberhentian perijinan perusahaan yang jelas melakukan pembakaran hutan dan lahan dalam membuka lahan. "InsyaAllah, jika hasil pemeriksaan sudah kelar dan terbukti, Pemerintah Daerah akan mengambil langkah tegas terhadap perusahaan perkebunan yang bermasalah tersebut," ungkap Bupati Sambas.

Lagu sambas

Pooling

Bagaimana Pendapat Anda Tentang Website ini?




Hasil

Sedang Online

Kami memiliki 28 Tamu online

Kunjungan

free counters

You are here: