Semangat Membangun Desa, Identifikasi Potensi

Cetak
WhatsApp Image 2020 01 22 at 7.49.44 PM123 Desa di Kabupaten Sambas sudah memiliki Pemimpin defenitif baru. Sebelumnya, 123 desa Kab Sambas, dipimpin penjabat ataupun pelaksana tugas kepala desa yang diemban Pegawai Negeri Sipil dari lingkungan Pemerintah Kab Sambas. Telah dilantik dan dikukuhkannya pejabat Kades baru akhir Desember lalu, Bupati Sambas, H Atbah Romin Suhaili Lc MH meminta momentum ini semangat untuk membangun dan memajukan Desa.
Saat membuka Bimbingan Teknis untuk Kepala Desa, Aparatur Desa, hingga BPD dan LPM Desa se Kab Sambas di Pontianak, Jumat (14/1), Bupati menegaskan beberapa point penting yang harus menjadi perhatian Desa. Pertama, Bupati meminta semua komponen desa memahami kondisi status desanya.
"Masih banyak tugas, pekerjaan yang harus kita percepat pelaksanaannya, agar capaian-capaian baik yang ingin kita hasilkan, segera terwujud. Masih banyak desa yang statusnya harus kita tingkatkan lagi," ujar dia. Atbah menjelaskan, pejabat kades baru harus segera bekerja untuk desanya.
Langkah demi langkah penting menurut dia, sudah harus terpikirkan sejak mencalonkan diri.
"Ketika sudah dinyatakan sebagai pejabat kades, dilantik dan dikukuhkan, segeralah bekerja, tetap harus sesuai koridor aturan, pahami aturannya. Identifikasi Potensi Desa, rangkul semua komponen yang ada untuk mencarikan solusi terbaik menggali potensi dimaksud," tegas Atbah. Tidak hanya potensi, Atbah mengingatkan agar peta kendala yang dihadapi selama ini, terutama desa tertinggal dan sangat tertinggal, benar-benar valid.
Data-data yang ada didesa harap Bupati, terstruktur, mudah dibaca, diakses dan validitasnya terjamin. "Kades juga harus tau kondisi real dan kaitannya dengan data yang ada. Misalnya, data rumah tangga miskin, dilapangan, kades harus bisa menunjukkan mana objeknya, kades bisa mempertanggung jawabkan data tersebut dengan baik," imbuh Atbah.
Dalam merancang perencanaan pembangunan desa yang tertuang dalam APBDes termasuk di Wadah MusrenbangDes, Bupati memerintahkan agar sejalan dengan Visi Misi Pembangunan Daerah. Saran dia, setiap desa sekarang ini memulai mengemas produk unggulannya. "Peluang membangun memajukan desa saat ini terbuka lebar. Alhamdulillah, Anggaran di desa memberikan ruang yang baik agar pihak desa lebih leluasa mengelola pembangunan karena dukungan anggaran yang besar," sebut dia.
Kemudahan ekspor di PLBN Aruk, Sajingan Besar, lanjut Atbah harus dimanfaatkan dengan baik semua desa. Dia pinta, desa harus berlomba-lomba memanfaatkan peluang ini. "Hasil komoditi kita banyak yang bisa diekspor, bagaimana ini ditangkap oleh pihak desa. Secepatnya, jangan kita hanya jadi penonton," ungkapnya.
Yang tak kalah penting dipaparkan Bupati kepada Desa dan seluruh komponen aparaturnya, perhatian pada keberadaan orang miskin. Dia minta desa mengambil langkah nyata. "Rancang dan lakukan program kegiatan yang bisa menyentuh langsung warga kita yang kurang mampu, bagaimana kedepannya, fakta angkan kemiskinan berkurang. Maksimalkan penggunaan dana desa," pesan Bupati.
Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kab Sambas H Asmani, melalui Kepala Bidang Pemberdayaan Desa, Wiwin Supriyadi, mengatakan, Kabupaten Sambas, dari Data Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi RI sesuai SK Dirjen Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa No 201 Tahun 2019 tentang Perubahan Kedua atas SK Dirjen Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa No 30 Tahun 2016 tentang Status Kemajuan dan Kemandirian Desa, memiliki 8 Desa Maju, 29 Desa Mandiri, 108 Desa Berkembang, 45 Desa Tertinggal, dan 3 Desa Sangat Tertinggal.
"Ini menjadi tantangan tersendiri bagi daerah, terutama sasaran kita, agar yang masih tertinggal dan sangat tertinggal segera kita ubah statusnya menjadi lebih baik," sebut Wiwin. Dijelaskan dia, dari rilis data tersebut, sebenarnya Kab Sambas patut bersyukur, karena sudah memiliki desa Mandiri, dan desa maju sudah menunjukkan peningkatan yang signifikan.
Kata dia, unit kerjanya akan merancang bagaimana kedepan lahir lebih banyak lagi desa-desa Mandiri. "Indikator desa mandiri, maju hingga tertinggal sangat jelas. Kami, dari dinas akan bekerja keras dan mendorong desa agar mau maju dan mandiri. Pada prinsipnya, harus ada keinginan kuat dari pihak desanya," ujarnya.