www.sambas.go.id

  • Full Screen
  • Wide Screen
  • Narrow Screen
  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size

Pembangunan RTLH Dan BRN

E-mail Cetak PDF
WhatsApp Image 2020 09 21 at 00.25.43Pemerintah Kabupaten Sambas selalu berupaya, program Perbaikan Rumah Tak Layak Huni (RTLH) terus bergulir di Kabupaten Sambas. Pemda Kab Sambas serius memperjuangkan agar masyarakat yang berpenghasilan rendah menempati rumah yang layak. Perjuangan itu juga menyasar Bantuan Rumah bagi Nelayan (BRN). Pemkab Sambas juga sudah mengusulkan pembangunan maupun renovasi Rumah Khusus bagi ASN, Dokter, Tenaga Medis dan Guru yang bertugas di daerah perbatasan dan mereka yang berasal dari luar Kabupaten Sambas supaya nyaman dalam bekerja.
Bupati Sambas, H. Atbah Romin Suhaili, Lc. MH, mengatakan perbaikan rumah tak layak huni, adalah salah satu program yang dilaksanakan bagi masyarakat berpenghasilan rendah atau MBR agar mereka menempati rumah yang layak. Pemkab Sambas, terus memprioritaskan supaya program ini memberikan manfaat bagi warga yang sangat membutuhkan. Program itu dilakukan bertahap, tidak bisa secara keseluruhan mengakomodir seluruh jumlah RTLH yang ada di Kabupaten Sambas.
Disampaikan Kepala Dinas Perkim dan LH Kabupaten Sambas, Eko Susanto untuk program perbaikan RTLH berasal dari tiga sumber, yakni APBN yang disebut Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS), kemudian Bantuan Rumah Swadaya (BRS) dari DAK serta ada dari DAU. "Program ini bukan seperti bedah rumah, rumah dirobohkan kemudian dibangunkan rumah baru. Namun ini perbaikan dari rumah tak layak huni menjadi rumah layak huni," kata Eko.
Pengajuannya, sebutnya, diawali dari desa, yang kemudian akan dilakukan verifikasi oleh tim apakah yang diusulkan itu layak atau tidak menerima program ini dengan berdasarkan ketentuan yang ada, misalnya kepemilikan listrik dibawah 1300 Kwh, kemudian dasar hak milik tanah apakah sertifikat, SKT atau surat perjanjian. "Jumlah bantuan sebesar Rp 17.500.000 per rumah rinciannya Rp15 juta untuk belanja material dan Rp 2,5 juta untuk upah. Dana itu ditransfer ke penerima, ada rekening yang dibuka penerima, namun bukan menerima uang cash, hanya tabungan itu dibelanjakan di toko yang ditetapkan desa," katanya.
Program ini, juga mengedepankan gotong royong dari masyarakat setempat. "Bantuan ini sifatnya stimultan, sehingga konsep gotong royong dari warga desa setempat sangat diharapkan. Dibeberapa desa konsep gotong royong sudah berjalan, seperti yang di Tebas, ada bantuan perbaikan rumah dari Pemprov Kalbar, bantuan itu diserahkan melalui desa kemudian direalisasikan dengan gotong royong sehingga sudah selesai juga satu unit rumah," katanya.
Saat ini, pihaknya terus menjalin komunikasi dengan pemerintah pusat, melalui kementerian terkait agar jatah program ini di Kabupaten Sambas ditambah lagi. Pasalnya, dalam usulan disampaikan ada seribu lebih RTLH yang harus mendapatkan program ini, namun realisasinya 138 unit di 2020. "Kami terus dorong jatah untuk Sambas lebih banyak, kami tetap komunikasi ke Bappenas belum lama ini bersama Bu Wakil Bupati Sambas kemudian koordinasi ke kementerian terkait," katanya.
Begitu juga untuk program rumah khusus nelayan. Nelayan di Desa Sungai Nyirih sudah pernah mendapatkan, dimana ditahun ini menerima 25 kople untuk 50 KK, rencananya didekatnya juga akan dbangun rumah khusus nelayan lagi. "Sekarang proses pembebasan lahan untuk pembangunan rumah khusus nelayan," katanya.
Ada juga program yang sudah diusulkan untuk dilaksanakan di 2021, yakni rumah khusus ASN, dokter dan tenaga medis di Desa Penakalan Kecamatan Sejangkung. "Di Penakalan, baru diusulkan ke pusat. Nanti itu dipersiapkan untuk ASN, dokter dan paramedis yang tinggal diluar Kabupaten Sambas. Supaya mereka tenang kerjanya, terlebih musim covid 19. Itu diusulkan untuk dibangun di 2021 dan lahan yang disiapkan statusnya adalah milik Pemda," katanya.
Program renovasi rumah khusus untuk ASN, Guru dan tenaga medis di Desa Temajuk Kecamatan Paloh, juga diusulkan dilaksanakan di 2021. "Ini juga bisa ditempati ASN, guru atau paramedis yang bekerja di perbatasan," katanya. Pemkab Sambas juga akan menerima hibah rumah khusus ASN yang ada di Aruk Sajingan Besar. Dulunya rumah ini dibangun Pempus, sudah lama rusak, tahun lalu mendapatkan program rehab dari kementerian dan akan dihibahkan ke pamkab. "Kalau yang di Aruk sudah ada yang nempati, nantinya akan dihibahkan ke Pemkab Sambas. Rumah khusus ini juga diperuntukkan bagi ASN yang bertugas di perbatasan khususnya Aruk Sajingan Besar," katanya.

Author - ZULPIAN
Editor - Tim Website sambas.go.id

Lagu sambas

Pooling

Bagaimana Pendapat Anda Tentang Website ini?




Hasil

Sedang Online

Kami memiliki 36 Tamu online

Kunjungan

free counters

You are here: