www.sambas.go.id

  • Full Screen
  • Wide Screen
  • Narrow Screen
  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size

Peletakan Batu Pertama Sekolah Filial Tebuah Elok

E-mail Cetak PDF

Wakil Bupati Sambas, Hj. Hairiyah, SH, MH melakukan peletakan batu pertama pembangunan Sekolah Filial atau sekolah sementara di Dusun Elok Asam, Desa Tebuah Elok Kecamatan Subah Kabupaten Sambas, Selasa (28/6). Sekolah yang akan dibangun sebanyak dua lokal ini terletak tidak jauh dari lokasi sekolah asal dimana tanahnya merupakan hibah dari masyarakat Tebuah Elok dengan luas 1,5 Hektar. Sebelumnya kondisi sekolah yang memiliki murid sekitar 30 siswa ini sangat memprihatinkan, sampai ada istilah sekolah tidak layak ini mirip dengan yang ada di film "€œLaskar Pelangi".

Untuk pertama kalinya, Wakil Bupati Sambas, Hairiyah melakukan perjalanan kunjungan kerja ke Desa Tebuah Elok Kecamatan Subah. Dengan kondisi jalan yang sangat memprihatinkan, ditambah putusnya dua jembatan di desa tersebut akibat banjir bandang tiga tahun lalu membuat perjalanan Wakil Bupati beserta rombongan cukup melelahkan.

Tanpa didampingi siapapun, Wakil Bupati menggunakan kendaraan roda dua sendiri untuk menempuh perjalanan empat kilometer untuk melihat langsung sekolah gubuk sekaligus meletakkan batu pertama pembangunan sekolah tersebut di Dusun Elok Asam. Wabup didampingi anggota DPRD Kabupaten Sambas, Yakob Pujana, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sambas, Drs. H. Jusmadi, Sekretaris Dinas Pendidikan, Drs. H. Karmas, MSi,MH, para aparat desa serta beberapa pejabat instansi di lingkungan dinas Pendidikan Kabupaten Sambas.

Usai melakukan peletakan batu pertama, Wakil Bupati beserta rombongan melakukan pertemuan bersama masyarakat, UPT Dinas Pendidikan Kecamatan Subah, Komite Sekolah serta guru yang mengajar di sekolah tersebut.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati mengungkapkan ini pertama kali kunjungannya ke Tebuah Elok dan menyaksikan langsung sekolah gubuk yang sudah sangat terkenal ini, "€œPemerintah daerah selama ini sudah melihat, mendengar dan menyaksikan kondisi sekolah yang sangat memprihatinkan ini, sampai-sampai ada yang menyebutkan sekolah ini sama dengan yang ada di film Laskar Pelangi,"€ ujar dia.

Mantan anggota DPD-RI ini menyebutkan, melihat kondisi ini pemerintah daerah tentunya tidak akan berdiam diri, sebab pada saat dia bersama Bupati Sambas dilantik pada 13 Juni lalu dia sudah berniat untuk melakukan kunjungan langsung melihat suasana pendidikan yang ada di Kabupaten Sambas. "Tapi saya tidak mau melihat bangunan sekolah yang bagus, saya ingin melihat yang bagus, tapi melihat kondisi sekolah yang jauh dan berada di pedalaman Kabupaten,"€ katanya.

Setelah melihat kondisi bangunan sekolah gubuk ini, Hairiya mengaku prihatin dan sudah menjadi tanggungjawab pemerintah daerah untuk hadir di tengah masyarakat, apalagi masalah dunia pendidikan sudah menjadi prioritas pemerintah Kabupaten Sambas, "€œMakanya saya ingin melihat langsung lokasi SD tersebut, setelah mendapat informasi dari Dinas Pendidikan bahwa sekolah ini sudah di alokasikan dana untuk dibangun tahun ini. Saya sangat bersyukur karena ini salah satu upaya program kami untuk terus mendongkrak peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) agar peringkatnya naik. Mudah-mudahan jika pendidikan segala lini dan usia anak sekolah sudah sesuai standar, Insya Allah IPM di Kabupaten Sambas bisa naik lagi dari tahun sebelumnya,"€ harapnya.

Dalam kesempatan tersebut, anggota DPRD Kabupaten Sambas, Yakob Pujana, mengungkapkan supaya pemerintah daerah lebih memperhatikan tenaga pendidik di sekolah tersebut. Sebab sudah selama tiga tahun terakhir ini para guru yang mengajar di sekolah tersebut belum mendapat honor yang layak. "Selain bangunan, yang juga harus menjadi perhatian pemerintah daerah adalah adalah intensif bagi guru-guru yang mengajar di sini, karena jika keempat guru tersebut pindah dan tidak mau lagi mengajar, maka pemerintah daerah khususnya Dinas Pendidikan terpaksa harus menugaskan guru ke daerah ini,"€ kata Yakob.

Pria yang juga tergabung dalam tim relawan peduli masyarakat pedalaman yang memperjuangkan anak-anak untuk bersekolah ini mengaku bersyukur dan berterima kasih kepada pemerintah daerah yang telah membantu dan memperhatikan kondisi bangunan sekolah dusun Elok Asam yang terpencil ini.

Yakob juga sempat menceritakan, bahwa awalnya sekitar tiga tahun lalu dia bersama rekan-rekannya membentuk relawan agar anak-anak di Elok Asam ini bersekolah, "€œSaat itu kami juga melibatkan pastur dan dengan kondisi seadanya kami membangun sekolah tersebut. Dan tim relawan ini dibentuk sebelum saya menjadi anggota dewan,"€ terang dia.

Karena pada saat itu belum ada guru, maka relawan terpaksa membawa guru dari luar dan digaji seadanya. Kondisi ini sudah dilakukan sejak dua tahun lalu. "Gaji mereka sangat terbatas, kami selaku relawan pada saat itu juga belum mampu maksimal. Makanya kami sangat berharap pemerintah daerah bisa membantu melanjutkan perjuangan kami ini agar anak-anak di Tebuah Elok bisa mendapatkan pendidikan yang layak, sebab anak-anak yang bersekolah di sini terdiri empat dusun, jarak tempuh anak-anak bersekolah sangat jauh sekitar empat kilometer, bahkan ada yang hingga tujuh kilometer," ujarnya.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sambas, Drs. H. Jusmadi didampingi Sekretaris, H. Karman, Msi mengungkapkan bangunan ini akan diganti dengan bangunan baru yang lebih permanen dengan Dana Alokasi Umum (DAK) 2016 sebesar Rp 250 juta.

"€œTahap awal pemerintah daerah akan membangun dua lokal, kemudian SD ini bersifat sementara atau Firial dan masih menginduk dengan SD terdekat yakni SD 2 Desa Tebuah Elok,"€ jelasnya. Oleh sebab itu Kadis berpesan kepada pihak sekolah untuk selalu berkoordinasi dengan sekolah induk, selanjutnya sekolah induk akan menyampaikan ke UPT dan kemudian dilaporkan ke Dinas Pendidikan kabupaten Sambas.

Pada kesempatan itu Jusmadi berterima kasih kepada guru yang berbakti, peran guru sangat penting sekali karena bisa membantu usia anak sekolah 7 hingga 12 tahun agar bersekolah. "€œKalau kita lihat para murid-murid kalau harus bersekolah ke induk SD 02 harus berjalan kaki hingga 4 kiolometer. Anak-anak ini belum layak melakukan perjalanan sejauh itu, jadi pemerintah daerah berkewajiban membantu mereka agar bisa melanjutkan sekolah,"€ tuturnya.

Selain itu Jusmadi meminta partisipasi masyarakat agar sekolah yang akan dibangun ini bisa berkembang, baik secara moril maupun materil. Termasuk bantuan dari pihak swasta lain ataupun perusahaan agar yang dibangun tidak hanya dua lokal saja tapi lebih.

Jusmadi berterima kasih kepada guru yang telah berkorban bagi masyarakat desa Tebuah Elok, "€œIni patut menjadi contoh bagi guru-guru lain yang mau dan mampu mengabdi di daerah yang jauh dari kota besar dengan fasilitas yang sangat-sangat minim. “Kami akan berupaya memberikan penghargaan bagi para guru-guru ini," pungkasnya.

Lagu sambas

Pooling

Bagaimana Pendapat Anda Tentang Website ini?




Hasil

Sedang Online

Kami memiliki 62 Tamu online

Kunjungan

free counters

You are here: