www.sambas.go.id

  • Full Screen
  • Wide Screen
  • Narrow Screen
  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size

108 Napi dan Anak Pidana Rutan Sambas Dapat Remisi

E-mail Cetak PDF

ucapan selamat pemberian remisi

Peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke-71 Tahun 2016, menjadi berkah bagi 108 narapidana dan anak pidana rumah tahanan kelas II B Sambas. Bupati Sambas, H Atbah Romin Suhaili Lc memimpin upacara pemberian remisi bagi 108 orang itu di Rutan Kelas II B Sambas, Rabu (17/8). Pemberian remisi tersebut berdasarkan Keputusan Kanwil Kementerian Hukum dan HAM Kalbar Nomor W16 – 3548.PK.01.01.02 Tahun 2016 tentang Pemberian Remisi Umum 17 Agustus Bagi Narapidana dan Anak Pidana Tahun 2016 tanggal 15 Agustus 2016.

Dari 108 Orang yang mendapat remisi, mendapat pengurangan masa tahanan mulai dari 5 bulan hingga 1 bulan dengan kasus seperti perlindungan anak, asusila, KDRT ITE Pencurian Laka Lantas, Narkotika, Trafficking hingga penggelapan maupun curas. Membacakan Sambutan Menkumham RI, Bupati Sambas menegaskan sikap positif terhadap makna proklamasi kemerdekaan dan suasana kebatinan konstitusi adalah sikap kreatif, kritis, mandiri, berani membela kebenaran dan menjunjung tinggi prinsip-prinsip, asas-asas serta tujuan hidup bernegara.

Sikap positif terhadap proklamasi juga berarti menghargai perjuangan para pahlawan bangsa dan sikap positif terhadap suasana kebatinan dan nilai-nilai konstitusi pertama berarti menjunjung tinggi cita-cita kehidupan bernegara dengan tata hukum bernegara didalam kehidupan negara yang didirikan pada tanggal 17 Agustus 1945. "Kemerdekaan bangsa Indonesia tidak terlepas dari doa seluruh rakyat Indonesia kepada Yang Maha Kuasa untuk terlepas dari penjajahan. Kemerdekaan tidak akan tercapai jika tidak ada izin dan kehendak dari Tuhan Yang Maha Esa," ungkap Bupati.

Kemerdekaan terang Bupati harus disyukuri dan menjadi segenap lapisan masyarakat termasuk para warga binaan pemasyarakatan. Memberikan perlakuan yang manusiawi terhadap warga binaan merupakan suatu kewajiban kita sebagai bangsa yang beradab. "Keberadaban kita sebagai sebuah bangsa dapat diukur dari sejauh mana kita mampu memberikan perlakuan yang baik terhadap warga binaan pemasyarakatan, perlakuan yang didasarkan pada penghormatan terhadap hak dan martabat kemanusiaan," jelas dia.

Atbah mengingatkan bahwa warga binaan pemasyarakatan merupakan bagian dari warga negara yang tetap memiliki hak-hak yang mesti dihormati dan dipenuhi. Penghormatan dan pemenuhan hak-hak tersebut harus terus dipertahankan dan diperjuangkan. "Salah satunya adalah hak mendapatkan pengurangan masa menjalani pidana atau remisi yang telah diatur secara tegas dalam pasal 14 ayat 1 Undang-undang nomor 12 Tahun 1995 tentang Pemasyarakatan," ujar dia.

Dikatakan Bupati, melalui remisi tersebut, mempercepat proses pengembalian narapidana dalam kehidupan bermasyarakat. Hal itu diharapkan memperbaiki kualitas hubungan antara narapidana dan keluarganya. Karena menurut dia, narapidana adalah bagian yang tak terpisahkan dari keluarga, yang memiliki kewajiban menjalankan perannya sebagai anggota keluarga dan melanjutkan hidup secara normal dan mampu mengemban tanggung jawabyang ada dipundak masing-masing baik sebagai anak maupun orang tua serta anggota masyarakat.

"Kepada seluruh narapidana dan anak pidana yang pada hari ini mendapatkan remisi, khususnya yang bebas hari ini, saya mengucapkan selamat dan mengingatkan agar tetap berupaya meningkatkan keimanan kepada Tuhan Yang Maha Esa sebagai landasan Saudara dalam menjalani kembali kehidupan ditengah-tengah keluarga dan sebagai anggota masyarakat. Jadilah insan yang taat hukum, insan yang berakhlak dan berbudi luhur serta insan yang punya makna dan berguna dalam hidup dan kehidupan," harap dia.

Lagu sambas

Pooling

Bagaimana Pendapat Anda Tentang Website ini?




Hasil

Sedang Online

Kami memiliki 106 Tamu online

Kunjungan

free counters

You are here: