www.sambas.go.id

  • Full Screen
  • Wide Screen
  • Narrow Screen
  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size

Ajak Pelajar Motor Pencegah Konflik Sosial

E-mail Cetak PDF

kakankesbanglinmas

Pemerintah Kab Sambas menjadikan pelajar SMA sederajat sebagai sasaran kegiatan pengembangan multikulturalisme. Dikatakan Kepala Kantor Kesbang Linmas Kab Sambas, Harijanto, di Hotel Pantura Sambas, Kamis (8/9), pelajar SMA atau SLTA Sederajat adalah aset berharga. Dikenalkannya pengembangan multikulturalisme kepada para pelajar itu jelas dia sebagai upaya pencegahan konflik sosial atau konflik yang berlatar belakang agama, suku, etnis dan budaya.

"Diselenggarakannya kegiatan pengembangan multikulturalisme ini, sangatlah strategis meningkatkan kesadaran kita bersama mewujudkan sambas yang berakhlakul karimah, unggul dan sejahtera menuju sambas hebat," ujar dia. Mewujudkan Sambas Hebat, kata dia diperlukan dukungan berbagai pihak, termasuk pelajar. Kondisi aman, dinamis, tenteram lanjut Harijanto lagi adalah kondisi masyarakat yang jauh dari pertikaian dan saling sengketa, mantap dalam berbagai bentuk kerukunan. Semua permasalahan tambah dia lagi diselesaikan dengan jalan musyawarah, dan tetap menggunakan dinamika masyarakat secara individu maupun kelompok.

"Nilai-nilai kearifan lokal untuk bermasyarakat harus dikedepankan, bagaimanapun juga potensi konflik sosial dimasyarakat munkin dapat terjadi," terang Harijanto. Pria yang pernah bertugas di Satuan Polisi Pamong Praja Kab Sambas menegaskan sekarang ini beberapa issu berpotensi konflik sedang menyelimuti Sambas. Dituturkan dia, seperti penyelesaian batas-batas wilayah desa dalam kecamatan maupun batas desa antar kecamatan. Sebaran pembangunan infrastruktur yang belum merata di desa-desa menurut dia turut berpotensi konflik.

"Isu-isu tersebut jangan diperlebar lagi, kita selesaikan secara bijak dengan musyawarah mufakat, khususnya pelajar sebagai penduduk yang lahir di Sambas, masyarakat pendatang, dapat senantiasa maupun menghargai keberagaman suku, agama dan budaya yang ada," tegasnya. Dipinta Kakan Kesbang Linmas itu, masyarakat pendatang juga harus memiliki cara berpikir yang sama dalam penanganan konflik. Dengan pendekatan persuasif, harap Harijanto, masyarakat pendatang juga dapat melakukan akulturasi dengan penduduk asli setempat, komunikasi lintas budaya juga menjadi salah satu upaya akulturasi tersebut.

"Dengan organisasi pelajar tersebar luas, pelajar mampu berperan untuk menjaga sendi-sendi keutuhan berbangsa dan benegara di Sambas tercinta ini. Pelajar harus bersatu dalam kepentingan yang sama untuk kemajuan dan perubahan," terang dia. Pelajar ajaknya harus menjadi garda terdepan menjaga nilai-nilai budaya sambas, tanpa harus meninggalkan rasa nasionalisme. Bhineka Tunggal Ika harus diwujudkan dalam keanekaragaman suku bangsa, agama, bahasa dan kebudayaan, dan tetap bersatu dalam wadah ke Indonesiaan.

Lagu sambas

Pooling

Bagaimana Pendapat Anda Tentang Website ini?




Hasil

Sedang Online

Kami memiliki 120 Tamu online

Kunjungan

free counters

You are here: