www.sambas.go.id

  • Full Screen
  • Wide Screen
  • Narrow Screen
  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size

Giliran Bicarakan Aset Dengan Bengkayang

E-mail Cetak PDF

foto bersama

Seyogyanya, tiga pemerintahan daerah yang tergabung dalam Pemerintah Daerah Kab Sambas induk, yakni Sambas, Bengkayang dan Singkawang membahas asset di Kab Sambas pada Rabu 5 Oktober lalu. Tetapi Pemda Kab Bengkayang berhalang hadir, sehingga pembahasan hanya dilakukan dua pemda, yaitu Pemda Kab Sambas dengan Pemda Kota Singkawang.

Karenanya, Bupati Sambas mengadakan pertemuan ulang dengan Pemerintah Daerah Kab Bengkayang yang digelar di ruang pertemuan Kantor Bupati Bengkayang, Selasa (18/10). Hadir dari Pemda Kab Sambas, Bupati Sambas, Ketua DPRD Kab Sambas, Sekda Kab Sambas, dan Unit Kerja pengelola aset di Pemda Kab Sambas. Dari Pemda Bengkayang, hadir langsung Bupati Bengkayang, Wakil Bupati Bengkayang, Ketua DPRD Kab Bengkayang, Sekda Kab Bengkayang maupun staf pengelola aset pemda kab bengkayang.

Bupati Bengkayang, Suryadman Gidot mengapresiasi kedatangan Pemda Kab Sambas yang diwakilkan langsung Bupati Sambas dan jajarannya. Kata dia, hal ini sudah lama tidak terjadi, terakhir ingat Bupati Bengkayang ketika masih pemerintahan kabupaten dipimpin Ir H Burhanuddin A Rasyid. "Silaturahmi seperti ini menjadi penting, karena kita dulu satu kabupaten induk, yakni sambas," ujar dia.

Gidot memohon maaf karena ketidak hadiran jajarannya pada pembicaraan aset di Sambas beberapa waktu lalu. Dikatakan dia, hal itu bukanlah disengaja, dan bukan menganggap masalah aset bukan permasalahan yang tidak penting. “Terpenting dalam pembahasan aset ini, kita tidak saling menyalahkan, ini salah si A, salah si B atau salah siapapun. Tetapi yang terpenting kita semua punya komitmen yang kuat untuk berkomunikasi dan segera menyelesaikannya,” ungkap Bupati Bengkayang.

Ditambahkan Suryadman Gidot, masalah aset erat kaitannya dengan pengelolaan keuangan negara. Karenanya sebut dia kendala aset menjadi indikator pada penilaian pelaporan keuangan. Tetapi sebut Bupati Bengkayang, tidak hanya karena ingin WTP atau opini lainnya, melainkan agar pemerintahan daerah dinilai mampu mengelola keuangan dan aset negara dengan baik. "Jangan hanya sebatas baik diatas kertas, tetapi faktanya juga harus baik," harap Bupati Bengkayang. Gidot minta tiga pemerintahan daerah ini tidak hanya fokus pada permasalahan aset. Melainkan harapannya, tapal batas sesegera munkin diselesaikan juga.

Bupati Sambas, H Atbah Romin Suhaili Lc, mengakui, keinginan kuat agar permasalahan aset segera selesai tidak hanya sebatas indikator peraihan penilaian pengelolaan keuangan WTP ataupun WDP. Sejak awal dia dilantik sebagai Bupati terpilih, ketika dipaparkan tentang aset, Atbah menilai bahwa ada permasalahan terhadap pengelolaan aset yang harus menjadi prioritas diselesaikan. "Aset ini milik negara, jadi harus kita kelola dengan baik dan amanah," sebut Bupati Sambas.

Atbah mengharapkan, era kepemimpinannya untuk Sambas, masalah aset bisa selesai. Dia yakin, semua permasalahan ada solusi dan jalan keluarnya. "Semua ada solusi, semua ada jalan keluar, agar persoalan-persoalan dapat diselesaikan. Harapan saya, kita semua secepatnya segera bisa menuntaskan ini dengan semua mendapatkan kebaikan," harap Bupati Sambas.

Ketua DPRD Kab Sambas, Ir H Arifidiar MH memberikan dukungannya agar permasalahan aset segera dapat terselesaikan. Kata Arifidiar, kehadirannya mewakili legislatif Kab Sambas, sebagai bentuk dukungan kepada Pemda Kab Sambas khususnya dan ketiga Pemerintahan Daerah umumnya, agar masalah aset dapat dituntaskan.

Lagu sambas

Pooling

Bagaimana Pendapat Anda Tentang Website ini?




Hasil

Sedang Online

Kami memiliki 70 Tamu online

Kunjungan

free counters

You are here: