www.sambas.go.id

  • Full Screen
  • Wide Screen
  • Narrow Screen
  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size

Bidan Harus Berikan Pelayanan Berkualitas Capai MDGs

E-mail Cetak PDF
Bidan diminta memberikan pelayanan kebidanan yang berkualitas. Hal itu guna mewujudkan pencapaian millenium development goals. Penegasan itu disampaikan Ervi Lusiani, Ketua IBI Kab Sambas pada saat HUT IBI ke-60 di Aula Kantor Bupati Sambas, Kamis (21/7). Selain itu, para bidan diharapkan Ervi mampu mengikuti perkembangan Iptek yang ada. “Beri pelayanan berkualitas dan tingkatkan kemampuan sesuai perkembangan Iptek,” ujar dia. Tema HUT ke – 60 IBI tahun 2011 yakni Penguatan Profesi Bidan Dalam Mendukung Percepatan Percapaian MDGS.
Issu terkini dalam pelayanan kesehatan adalah kesehatan ibu dan anak serta keluarga berencana. Karenanya jelas dia peran profesi bidan sangat strategis terutama dalam pelayanan kesehatan mewujudkan kesehatan ibu dan anak. “Beberapa program pemerintah yang ada saat ini antara lain jampersal telah terlaksana di Kabupaten Sambas, selain itu bidan juga diturut sertakan dalam program pencatatan kelahiran dengan harapan dapat memberikan penjelasan kepada masyarakat mengenai pentingnya akte kelahiran bagi anak,” jelas Ervi.
Bidan yang bertugas di Rumah Sakit Sambas ini menuturkan AKI di Kab Sambas masih cukup tinggi. Alasannya karena masih terlambat memutuskan yang berarti terlambat dalam mengenali tanda-tanda bahaya, terlambat mencapai fasilitas pelayanan kesehatan, maupun terlambat mendapat pelayanan di rumah sakit yang mendasari kematian ibu. Dijelaskannya, Program KB juga berkontribusi terhadap penurunan AKI melalui kampanye yang diarahkan pada wanita usia subur untuk menghindari empat terlalu.
“Terlalu muda melahirkan, terlalu tua melahirkan, terlalu rapat jarak kelahiran dan terlalu banyak melahirkan,” sebut dia. Meskipun KB sudah dikenal sampai kepelosok dan angka KB menunjukkan peningkatan dari tahun ketahun, namun ditegaskan Ervi kondisi dilapangan sudah mulai jarang pasangan muda berpegang pada prinsip dua anak cukup. Masih ada kecendrungan di lapangan mempunyai anak lebih dari dua bahkan jumlah anak yang dimiliki rata-rata tiga sampai empat anak. “Justru banyak keluarga yang tidak mampu memiliki anak bisa lebih banyak lagi,” tukas dia.
Ketua Panitia HUT IBI ke-60, Rosnita SKM menyebutkan, dengan KB diharapkan dapat mencegah kehamilan yang tidak diinginkan dan bagian dari kesehatan reproduksi yang dapat menurunkan angka kematian ibu. Peringatan kali ini diungkapkan dia diantaranya bhakti sosial seperti pemasangan implant pada PUS sebanyak 100 akseptor, Pencabutan implant lima akseptor, Pencabutan IUD 1 akseptor, Pelayanan konseling KB sebanyak 100 akseptor, Pelayanan KB Pil 20 akseptor, Tabur bunga ke makam bidan, Seminar sehari.
Anggota IBI kab Sambas saat ini mencapai kurang lebih 260 orang, diantaranya 198 PNS, 29 PTT, 7 Swasta, dan Magang 26 orang. Klasifikasi Pendidikan D1, 148 orang, D3 144 orang, D4 1 orang, S1 2 orang, S2 1 orang. “Dalam memberikan pelayanan kesehatan ada tiga area yang menjadi tugas dan wewenang bidan sesuai dengan permenkes nomor 1464 tahun 2010, adalah Pelayanan kesehatan ibu, Pelayanan kesehatan anak, Pelayanan kesehatan reproduksi perempuan dan KB,” ujar dia.

Lagu sambas

Pooling

Bagaimana Pendapat Anda Tentang Website ini?




Hasil

Sedang Online

Kami memiliki 116 Tamu online

Kunjungan

free counters

You are here: