www.sambas.go.id

  • Full Screen
  • Wide Screen
  • Narrow Screen
  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size
LELANG BAKEUDA2
SE bupati sampah perkimlh
Spanduk Sumpah Pemuda

Sosialisasi Reduksi Campak, Bupati Sesalkan Ketidakhadiran Beberapa Pimpinan

E-mail Cetak PDF

Kegiatan Sosialisasi Crash Program Campak Kabupaten Sambas Tahun 2011 yang digelar di Aula Kantor Bupati Sambas, Kamis (13/10) mendapat catatan Bupati Sambas. dr Hj Juliarti Dj Alwi MPH yang membuka kegiatan secara resmi dan memberikan materi seputar penyakit yang trend di Kab Sambas dengan sebutan penyakit “Kerumut”, dalam sambutannya menyesalkan ketidak hadiran beberapa pimpinan stake holder. Diantaranya para camat, kepala puskesmas, pimpinan struktural eselon III maupun eselon II. Bahkan ketidakhadiran wakil rakyat disoroti juliarti.
“Bukan apa, nanti jika terjadi masalah kesehatan, kita hanya bisa menyalahkan dinas kesehatan saja, tetapi pada saat sosialisasi, pertemuan penting lainnya, kita tidak menyempatkan diri untuk menghadirinya, karena ini adalah penting untuk penanggulangan permasalahan,” ujar dia.

Dijelaskan dia, kebijakan nasional pembangunan kesehatan adalah untuk meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar dapat terwujud peningkatan derajat kesehatan masyarakat. Melalui kegiatan sosialisasi ini, pemda terang dia diupayakan membuat kebijakan kesehatan yang sinergis dan sinkron dengan kebijakan nasional. “Tentunya dengan tetap memperhatikan masalah kesehatan lokal dan kearifan lokal yang sesuai dengan kultur masyarakat daerah,” tegas dia.
Campak terangnya merupakan penyakit yang sangat potensial menimbulkan wabah. Indonesia adalah negara keempat terbesar penduduknya didunia yang memiliki angkat kesakitan campak sekitar satu juga pertahun dengan 30 ribu kematian. Inilah yang menyebabkan Indonesia menjadi salah satu dari 47 negara prioritas yang diidentifikasikan WHO dan Unicef melaksanakan akselerasi dan menjaga kesinambungan dari reduksi campak. “Strategi kegiatan ini, adalah cakupan rutin yang tinggi dimana disetiap kabupaten kota serta memastikan semua anak mendapatkan kesempatan untuk imunisasi campak,” tutur dia,
Kebijakan reduksi campak di Indonesia diarahkan menghilangkan kelompok rawan campak yang terdapat di usia balita dan usia sekolah. Crash program tegas dia ditujukan menghilangkan kelompok rawan di usia balita di desa Resiko Tinggi campak dilanjutkan dengan imunisasi rutin sweeping dan Back Lofk Fighting. “Sedangkan untuk menghilangkan kelompok rawan di usia sekolah dilakukan Catch Up Campaign Campak di Sekolah Dasar kelas satu hingga enam dilanjutkan dengan bias campak di kelas satu Sekolah Dasar,” terangnya.
Cakupan Imunisasi Campak di Kab Sambas Tahun 2010 sebesar 92 koma 6 Persen dari Sasaran 12 ribu 77 anak di usia 9 hingga 12 bulan. Sedangkan cakupan polio pertama 97 koma 9 persen, polio kedua, 95 koma 5 persen, polio ketiga 92 koma 5 persen dan polio keempat 90 koma 6 persen. Disampaikan Kadis Kesehatan dr I Ketut Sukarja, campak dapat dicegah dengan pemberian imunisasi. “Sebelum imunisasi campak dipergunakan secara luas didunia hampir setiap anak dapat terinfeksi campak,” jelas dia.
Tujuan crash program campak ditegaskan dia adalah tercapainya target reduksi campak, dan eradikasi polio. Tujuan lainnya, untuk menghilangkan kelompok rawan campak didaerah resiko tinggi, menurunkan kematian campak, menjangkau anak yang belum mendapatkan imunisasi polio dan campak pada pelayanan rutin, memastikan tingkat imunitas di populasi cukup tinggi dengan cakupan lebih dari 95 persen dan memastikan cakupan imunisasi polio tambahan yang tinggi minimal 95 persen.
“Sasarannya semua anak pada usia nol hingga 59 bulan, mendapat Imunisasi polio tanpa memandang status imunisasi dan semua anak usia 9 hingga 59 bulan mendapatkan imunisasi campak kecuali sudah menerima imunisasi campak paling lama 4 minggu,” papar dia.

Lagu sambas

Pooling

Bagaimana Pendapat Anda Tentang Website ini?




Hasil

Sedang Online

Kami memiliki 109 Tamu online

Kunjungan

free counters

You are here: