Seni Budaya Potensi Untuk Dikembangkan

Cetak

Wakil Bupati Sambas, DR Pabali Musa MAG ketika membuka Kegiatan Bimbingan Teknis Kesenian Daerah di Aula Kantor Bupati Sambas, Senin (17/3) mengatakan seni dan budaya mempunyai peranan penting dalam pembangunan daerah. Kata dia, seni dan budaya merupakan potensi lokal yang harus dikembangkan khususnya di Kabupaten Sambas dan umumnya di Indonesia. “Seni dan budaya telah mengangkat Bali menjadi salah satu daerah tujuan wisata berskala internasional, di Jepang, seni dan budaya daerahnya telah mengangkat negaranya menjadi salah satu macan asia dalam perekonomian dunia,” ingat Pabali Musa.


Kesadaran akan pentingnya seni dan budaya daerah dalam pembangunan disebutkan Pabali Musa harus ditumbuhkembangkan baik dikalangan masyarakat, stakteholders dan pemerintah daerah. Pemerintah Daerah Kab Sambas lanjut Wabup mengakui sampai saat ini belum adanya kebijakan yang mendasar tentang pelestarian, pemberdayaan, pengembangan dan pemanfaatan seni dan budaya yang diunggulkan. Termasuk SDM bidang kesenian, ucap dia masih sangat langka di Kab Sambas ini, sehingga perkembangan seni dan budaya di Sambas masih jauh dari yang diharapkan. “Dalam memajukan seni dan budaya sangat erat kaitannya dengan kemajuan dunia wisata dan merupakan mata rantai dari ekonomi kreatif, karenanya dengan pembangunan kesenian, berarti kita membangun ekonomi kerakyatan,” tutur Wabup.

Seni tradisional tutur Pabali Musa telah menjadi media atau alat yang sangat berjasa dalam mempersatukan umat manusia dan banyak memberikan kontribusi pada masyarakat terutama pembentukan karakater sikap budi dan bahasa. Pendidikan seni memiliki keunikan peran atau nilai strategis dalam pendidikan sesuai perubahan dan dinamika masyarakat. Dari pengertian sebut Pabali Musa, pendidikan merupakan segala upaya manusia untuk meningkatkan kepribadiannya dengan jalan membina potensi-potensi pribadinya, yaitu ronahi dan jasmani. Sedangkan seni merupakan bagian dari kebutuhan manusia, karenanya Pabali Musa mengharapkan dalam menyusun kurikulum dalam pendidikan seni, sebaiknya melibatkan lima kebutuhan manusia seperti yang dikemukakan Pratt 1980:54, Need For Self Actualization, Needs For Meaning, Social Needs Esthetic Needs and Survival Needs.

Pelestarian Seni dan Budaya pun tutur Wabup sekarang ini mutlak dilakukan, selain untuk menjaga kebudayaan sebagai kekayaan bangsa, juga untuk menumbuhkembangkan dan memanfaatkan kebudayaan tersebut sebagai aset kemajuan bangsa. “Salah satu bukti dari usaha untuk menjaga mendata, merawat, melestarikan dan mengembangkan budaya tersebut, seringnya digelar perbincangan atau dialog tentang budayaan,” sebut Pabali Musa.