www.sambas.go.id

  • Full Screen
  • Wide Screen
  • Narrow Screen
  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size

Kain Lunggi Kehormatan Event EJFT 2019 Surabaya

E-mail Cetak PDF
tenun di surabayaAjang fashion East Java Fashion Tendance 2019 Surabaya, memberi kehormatan pada kain lunggi, tenun songket khas sambas. Hasil kreasi rancangan perancang Kalimantan Barat, Savitri, meramaikan perhelatan peragaan busana kota surabaya. Savitri diundang khusus guna menghadirkan ide dan kreasi mode fashionnya pada Gelaran yang melibatkan designer-designer jawa timur, digelar di Ciputra World Mall Kota Surabaya, 2 hingga 4 Maret 2018. Penyelenggaranya Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia Jawa Timur.

fashion showSavitri, sebagai anggota Modes Indonesia dari Kalimantan Barat menghadirkan 10 rancangan busana muslim perempuan. Perancang yang notabene kakak kandung Wakil Bupati Sambas, Hj Hairiah SH MH, memadukan fashion dengan warna dominan putih dibalut kreasi indah kain lunggi sambas. Hasil rancang perempuan lulusan sekolah perancang mode itu dibawakan model-model cantik dari Kota Surabaya.

Wakil Bupati Sambas, Hj Hairiah SH MH hadir langsung menyaksikan peragaan busana di Autrium Ciputra World Mall Surabaya, Sabtu Malam (3/3). Dikatakan Hairiah, kehadirannya tersebut sebagai bentuk dukungan dan upaya memperkenalkan kaing lunggi atau tenung songket sambas secara luas dalam lingkup nasional dan international. “Kita patut bersyukur, ada perancang mode yang berkreasi dengan kain tenun khas daerah kita. Ini harus kita apresiasi,” ujar dia.

show01Diakui Wabup, guna memperkenalkan kain lunggi sambas, harus banyak melibatkan banyak pihak. Dia menyebutkan partisipasi para perancang busana sangat penting dan strategis. “Kedepannya harus kita rancang, bagaimana para perancang busana memiliki ketertarikan untuk mengeksplorasi kain yang kita punya. Kita tahu, kain lunggi adalah warisan budaya yang tinggi. Dari prosesnya saja, ada cerita tersendiri, dan ini adalah nilai tambah dari filosofi kain itu sendiri,” tutur dia.

Wabup berharap, semua mempromosikan kain lunggi sambas. Kata Hairiah, itu semua bisa dimulai dari diri sendiri. “Minimal kita masyarakat kabupaten sambas harus bangga dengan warisan budaya ini. Kita juga harus bisa memasyarakatkan kain kita. Biar semua ini bisa menjadi massif,” terang dia.

show03Savitri, usai penampilan hasil kreasi dia dievent East Java Fashion Tendance 2019 Surabaya, mengatakan, kain lunggi sambas bisa dikreasikan dengan banyak gaya. Dia menuturkan, kreasi penataan mode fashionnya, tidak hanya terbatas pada kebiasaan yang telah diterapkan ditengah-tengah budaya masyarakat kab sambas. “Banyak yang bisa kita kombinasikan dengan kain lunggi ini. Tidak hanya busana muslim, busana biasa juga bisa kita kreasikan. Jadi tidak harus melulu terpaku pada satu mode,” papar dia.

Alasan dia mengangkat tema kain lunggi sambas di muslim runaway East Java Fashion Tendance 2019 Surabaya, Savitri menegaskan tenun songket sambas ini harus terus menerus diperkenalkan dilevel-level yang lebih luas lagi. Pada event fashion show atau peragaan busana sebelum-sebelumnya, Savitri menuturkan juga telah berupaya mengenalkan kain lunggi ke masyarakat luas. “Kain lunggi menjadi ide segar untuk diangkat dalam dunia mode. Harapan saya, orang semakin mengenal tenun sambas. Saya berbuat dengan cara saya, yakni kreasi mode fashion rancangan saya. Harapannya ini bisa menjadi langkah bagus untuk tenun kita semakin dikenal,” terang dia.

Lagu sambas

Pooling

Bagaimana Pendapat Anda Tentang Website ini?




Hasil

Sedang Online

Kami memiliki 89 Tamu online

Kunjungan

free counters

You are here: