Masyarakat Sambas Cinta Ilmu

Cetak

Ujian akhir tahun 2012 akan dihadapi pelajar di Indonesia, tidak terkecuali pelajar di Kabupaten Sambas mendapat perhatian khusus Bupati Sambas.

“Dijadwalkan  Bulan April 2012 anak-anak kita akan menghadapi ujian akhir dengan sistem yang sama seperti tahun sebelumnya, saya harapkan seluruh warga Sambas termasuk warga desa Matang Segarau untuk ikut mensukseskannya dengan cara ikut mengkondisikan lingkungan yang kondusif, tidak mengganggu konsentrasi belajar mereka”ucap Bupati Sambas dr Hj Juliarti Djuhardi Alwi MPH saat temu petani pada panen perdana mentimun di Desa Matang Segarau, Selasa(21/2)

Bupati menghimbau sesama tetangga harus saling perduli dengan lingkungan sekitar. “Mohon bantuan kita bersama agar nilai ujian anak-anak kita bagus semua, salah satunya dengan tidak ada keramaian pernikahan atau pentas seni satu bulan sebelum ujian berlangsung karena ini akan mengganggu konsentrasi belajar dan kalaupun ada jangan sampai larut malam”himbaunya

Disamping itu Bupati, tetangga yang tidak ikut ujian agar tidak mendengarkan musik keras-keras. “Dampak dari tertundanya keramaian dan pentas seni sudah nampak, ini juga merupakan wujud kita peduli dengan lingkungan tempat kita tinggal”ucapnya

Lebih lanjut ia mengatakn saat ini Sambas telah memiliki Poltek dan Stais. Poltek yang baru didirikan 3 tahun tidak lama lagi statusnya akan menjadi Negeri. “Kita sudah memiliki Poltek yang tidak lama lagi statusnya menjadi Negeri juga Stais yang awalnya Stain,  ini artinya masyarakat Sambas cinta akan ilmu”ucapnya

Selain mengenai ujian yang tidak lama lagi akan dilaksanakan, ujar Bupati tidak lama lagi Sambas akan melaksakan E-KTP atau Kartu Tanda Penduduk Elektronik yang pelaksanaannya diadakan di tiap Kecamatan. “Sesuai dengan Program Pemerintah bahwa semua KTP nantinya berubah menjadi E-KTP dan pelaksanaannya di tiap Kecamatan, tidak bisa diwakilkan oleh yang bersangkutan dan tanpa dipungut bayaran”ucap Bupati

Pelaksanaan akan dimulai Bulan Mei 2012 lanjut Bupati dan kita diberi waktu selama 100 hari. “Dengan pembuatan E-KTP tanpa dipunggut bayaran dan ada di tiap kecamatan artinya tidak ada alasan tidak mempunyai E-KTP ini tidak dapat diwakilkan karena setiap warga yang datang ke tempat pembuatan akan diambil sidik jari dan retina matanya akan direkam ”ujarnya lagi

Dengan waktu yang diberikan 100 hari maka mari kita sukseskan program ini di Kab Sambas. “Seluruh warga negara indonesia mulai usia 17 tahun hingga yang memiliki KTP seumur hidup wajib memiliki E-KTP hal ini guna menghilangkan KTP ganda ”ucap Bupati

Juliarti juga mengatakan agar saat pelaksanaan pembuatan warga tidak menunggu terlalu  lama maka waktunya di atur dengan baik. “Dalam pembuatan E-KTP waktu yang dibutuhkan tiap orang 5menit, saya minta pada pak pung agar di bagi per RT agar rakyat tidak tunggu terlalu lama dengan begitu program ini akan berhasil di Kab Sambas” ujarnya