Guru Harus Punya 4 Kompetensi

Cetak

foto bersama

Bupati Sambas, dr Hj Juliarti Dj Alwi MPH mengingatkan para guru Kab Sambas harus memiliki empat Kompetensi. Guru sebagai agen pembelajaran, dikatakan Juliarti pada peringatan HUT PGRI ke-68 di Desa Temajuk Kec Paloh, Sabtu (26/10) harus punya kompetensi pedagogik, kompetensi sosial, kompetensi kepribadian dan kompetensi profesional. “Sistem dan praktik pendidikan berkualitas hanya akan lahir apabila terdapat guru profesional didalamnya,” tutur dia. Kemampuan pedagogik dimaksudkan dia adalah kemampuan para gura dalam mengelola pembelajaran peserta didik agar kelak mampu mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimiliki.

Sedangkan kompetensi sosial, lanjut Bupati menunjukkan kemampuan para guru untuk berkomunikasi dan bergaul secara efektif dengan peserta didik dan masyarakat sekitar. Khusus kompetensi kepribadian, dijelaskan Juliarti, ini bermakna karakteristik pribadi guru harus menjadi teladan bagi peserta didik dan guru memiliki akhlak mulia. “Kompetensi profesional merupakan kemampuan guru dalam penguasaan materi pembelajaran secara luas dan mendalam yang memunkinkan mereka membimbing peserta didik dalam menguasai materi yang diajarkan secara baik,” tutur dia.

Bupati berharap, nama besar organisasi PGRI dapat memberikan dampak positif yang besar pula bagi pembangunan pendidikan bangsa ini. Dijelaskan Juliarti, PGRI adalah organisasi profesi, karena anggotanya adalah guru yang dituntut memiliki intergritas dan kemampuan profesional yang tinggi agar mampu melaksanakan darma baktinya dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. “Jabatan guru tidak dapat diwakilkan kepada orang lain yang bukan guru, karena guru adalah suatu profesi,” tukas Bupati.

PGRI lanjut Juliarti, adalah organisasi ketenagakerjaan, karena PGRI memperjuangkan hak-hak anggota dalam bidang ketenagakerjaan, secara sungguh-sungguh membela serta melindungi kepentingan anggota, memperjuangkan nasib dan kedudukan para guru, baik negeri maupun swasta agar mendapatkan penghargaan yang layak sesuai dengan status dan tugasnya. Jatidiri PGRI adalah berjuang, profesi dan ketenagakerjaan. “Paradigma kerja pengurus perlu ditingkatkan, dan kerja individu diubah menjadi kerja kolektif, dan nuansa dilayani menjadi melayani, otoriter menjadi demokratis, dari sebisanya menjadi tertib dan seterusnya. Untuk efektifitas perjuangan organisasi, pengurus PGRI diharapkan mampu bekerjasa sama dengan berbagai pihak, kerjasama dikembangkan dengan prinsip saling menguntungkan untuk kepentingan organisasi dan anggota serta peningkatan mutu pendidikan,” tegas dia.