www.sambas.go.id

  • Full Screen
  • Wide Screen
  • Narrow Screen
  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size
HUT RI 75

Pendidikan Kontekstual Sambas Raih MDG Award 2013

E-mail Cetak PDF

Pembangunan Pendidikan Di Kab Sambas kembali mendapat apresiasi dari pemerintah pusat. Peran pendidikan dalam agenda pembangunan merupakan salah satu faktor utama yang mendukung kemajuan suatu daerah, keragaman budaya dan tantangan sosial di seluruh wilayah Indonesia pun memiliki keunikan tersendiri. Dalam hal ini, pendidikan bisa menjadi salah satu wadah diskusi dan implementasi solusi sesuai kebutuhan wilayah yang ada.

 

Kontekstualisasi kurikulum dan cara penyampaian yang tepat diperlukan sesuai tantangan sosial masing-masing daerah. Pendekatan Sekolah Hijau di Sambas, Kalimantan Barat, merupakan salah satu contoh pendidikan kontekstual yang cukup berhasil diterapkan, berdampak, dan mendapat apresiasi MDG Award 2013 kategori pendidikan. Pendidikan kontekstual terbukti berdampak positif di berbagai wilayah Indonesia. Sekolah Hijau Sambas, sebagai hasil kerjasama dari Pemerintah Daerah Kab Sambas bersama Wahana Visi Indonesia Project Sambas mendapat apresiasi yang disampaikan dalam malam apresiasi yang digelar oleh Utusan Khusus Presiden Indonesia untuk Millenium Development Goal di Djakarta Theatre, Sabtu (15/3). Dari Pemda Kab Sambas, apresiasi tersebut diterima langsung Wakil Bupati, Kadis Pendidikan Kab Sambas dan Perwakilan WVI Project Sambas.

Pendidikan kontekstual kian berkembang mengingat perlunya penyesuaian muatan kurikulum nasional dengan kondisi berbagai area berbeda di seluruh Indonesia. Isu kerusakan lingkungan di Sambas mendorong Wahana Visi bersama PEMDA setempat membina generasi penerus yang memiliki kedekatan dan kesadaran lingkungan melalui Sekolah Hijau. Pendekatan ini disepakati oleh para tenaga pengajar dan kepala daerah setempat dapat menegakkan kembali karakter yang positif melalui proses pembelajaran di sekolah, misalnya membangun budaya menjaga kebersihan dan memelihara lingkungan. Lebih lanjut lagi, Sekolah Hijau juga dikembangkan untuk membangun karakter intrisik seperti saling menghargai, toleransi, semangat kebersamaan, dan kreativitas.

“Dalam waktu kurang lebih dua tahun, pendekatan pembelajaran ini terbukti menghasilkan perubahan positif yang signifikan. Angka kehadiran siswa dan pencapaian akademis menunjukkan peningkatan, kreativitas, interaktivitas dan keterampilan guru dalam proses pembelajaran berkembang dengan luar biasa. Demikian juga dengan partisipasi dan keterlibatan orangtua dalam mendukung kegiatan sekolah dan kegiatan belajar siswa di rumah,” ujar David Ola Kia, Education Team Leader World Vision Indonesia.

Lagu sambas

Pooling

Bagaimana Pendapat Anda Tentang Website ini?




Hasil

Sedang Online

Kami memiliki 53 Tamu online

Kunjungan

free counters

You are here: