www.sambas.go.id

  • Full Screen
  • Wide Screen
  • Narrow Screen
  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size
LELANG BAKEUDA2
SE bupati sampah perkimlh
Spanduk Sumpah Pemuda

Jadikan Rumah dan Sekolah Zona Berkarakter Mulia

E-mail Cetak PDF

Suasana Upacara HUT Guru Th2014

Pada peringatan Hari Guru Tahun 2014, Pemerintah Daerah Kab Sambas, menghimbau menjadikan rumah dan sekolah sebagai zona berkarakter mulia. Penegasan itu disampaikan Sekretaris Daerah Kab Sambas, Drs H Jamiat Akadol MSI MH saat membacakan Sambutan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Anies Baswedan peringatan hari guru tahun 2014 di Halaman Kantor Bupati Sambas, Kamis (27/11).

“Potret Indonesia hari ini adalah potret hasil dunia pendidikan di masa lalu. Potret dunia pendidikan hari ini adalah potret indonesia masa depan. Jadikan rumah kita dan sekolah kita menjadi zona berkarakter mulia. Izinkan anak-anak kita merasakan rumah yang membawa nilai kejujuran. Izinkan anak-anak kita merasakan sekolah yang guru-gurunya adalah teladan. Biarkan anak-anak kita mengingat kepala sekolahnya dan seluruh tenaga kependidikan di sekolahnya sebagai figur-figur bersih dan terpuji karakternya,” ujar Sekda mengutip ucapan Mendikbud RI Kabinet Indonesia Hebat itu.

Dikatakan Sekda, generasi penerus bangsa ini kelak akan hidup di era baru. Mereka kata dia hidup di era yang korupsi sudah dianggap sebagai sesuatu yang basi, sesuatu yang bukan lagi kelaziman, dan tidak semata-mata dipandang sebagai persoalan pelanggaran hukum, tetapi lebih dari itu korupsi menyangkut persoalan harkat dan martabat kemanusiaan. Untuk itu, pada suatu saat, ketika anak-anak generasi bangsa ini, murid-murid itu telah dewasa dan berkiprah di dalam masyarakat, diharapkan Sekda mereka kelak bisa bertutur bahwa mereka belajar jujur, dan belajar integritas dari guru.

“Ketika mereka bertutur itu, Seraya, nama ibu bapak guru disebut. Ibu dan bapak guru mungkin saja tidak mendengar langsung ucapan-ucapan itu, tetapi yakinlah bahwa melalui anak didik yang meneladani ibu bapak guru itulah aliran pahala untuk ibu dan bapak tidak akan pernah berhenti. Pahala yang tiada henti-hentinya melalui anak-anak didik yang menjadi manusia berkarakter mulia, yang menjalani hidup dengan kejujuran dan berintegritas,” ucap Sekda.

Menurut Jamiat, Karakter memang tidak cukup diajarkan melalui lisan dan tulisan. Karakter itu lanjut dia diajarkan melalui teladan. “Oleh karena itu, ibu dan bapak guru yang saya muliakan, jadilah figur-figur yang diteladani oleh murid-murid dan lingkungannya,” pintanya. Sekda memberikan apresiasinya kepada seluruh guru, pendidik dan tenaga kependidikan. “Sekali lagi, atas nama pemerintah, saya sampaikan terima kasih. Ikhtiar mulia ini harus kita teruskan. Suatu saat kelak, ibu dan bapak guru dapat melakukan refleksi atas apa yang sudah dijalani sambil bersyukur bahwa di saat indonesia sedang mengubah wajahnya menjadi lebih baik, lebih bersih, lebih jujur, lebih cerdas, lebih kreatif, dan lebih cerah, ibu dan bapak guru memegang peran penting,” ungkap dia.

Lagu sambas

Pooling

Bagaimana Pendapat Anda Tentang Website ini?




Hasil

Sedang Online

Kami memiliki 66 Tamu online

Kunjungan

free counters

You are here: