Diklat Kepemimpinan Wadah Perubahan Positif

Cetak

Bupati Sambas, dr Hj Juliarti secara resmi membuka kegiatan Pendidikan Dan Pelatihan Kepemimpinan Tingkat IV Angkatan Pertama Kab Sambas Tahun Anggaran 2015 di Gedung Diklat BKD Sambas, Senin (11/5). Orang nomor satu Kab Sambas itu berpesan, peserta diklat harus mampu memanfaatkan momentum tersebut sebagai wadah peningkatan kualifikasi dan kompetensi menciptakan perubahan positif dalam penyelenggaraan pemerintahan.

Kab Sambas jelas dia sangat memerlukan sumberdaya aparatur yang berkualitas, dengan tingkat pengetahuan yang baik, ditunjang sikap yang terpuji dalam penyelenggaraan pelayanan publik. “Peningkatan Kompetensi sangat penting untuk pengembangan karir, diklat ini sebagai wadah menumbuh kembangkan sikap positif terutama mental spiritual yang baik dalam mendukung posisi anda sebagai pemimpin unit kerja,” ingat Bupati.

Tuntutan bagi karir kepemimpinan kedepannya kata Juliarti semakin menantang, profesionalisme menjadi issue terdepan dalam pengembangan karir. Sebagai pemimpin dijajaran unit kerja masing-masing, ditegaskan Bupati, sekarang ini dituntut memberikan perubahan positif, mampu berinovasi dan kreatif dalam mengembangkan kemampuan diri. “Anda yang mengikuti diklat pim ini adalah agen perubahan, tidak hanya sekedar meningkatkan produktifitas semata, tuntutan untuk merancang sesuatu yang inovatif adalah penilaian tersendiri yang nantinya harus bisa diaplikasikan atau diimplementasikan dalam dunia kerja diunit kerja masing-masing dengan tetap mengedepankan sikap loyalitas dan kejujuran,” tegas Juliarti.

Hal lain yang diingatkan Bupati kepada bawahannya tersebut, yakni sebagai aparatur pemerintahan, haruslah tetap memperhatikan perubahan yang terjadi dilingkungannya, tujuan yang hendak dicapai organisasi. Kata dia lagi, gerakan dengan kapasitas mewujudkan nilai kemanfaatan harus tetap menjadi perhatian, perubahan yang setidak-tidaknya melalui perbaikan kinerja. Selain kualifikasi dan kompetensi disiplin ilmu pengetahuan, aparatur pinta dia tetap komitmen mewujudkan karakter sumberdaya yang berkualitas. “Seperti kompetensi tentang kedisiplinan, menjunjung kerja keras, mengedepankan loyalitas dan kejujuran. Jangan hanya mampu merasa pandai, tetapi jadilah yang pandai merasa,” ucapnya.