Peduli Anak Putus Sekolah Dan Perkawinan Usia Dini

Cetak

Bupati Sambas mengajak seluruh komponen masyarakat peduli anak putus sekolah dan perkawinan diusia dini. Kata dr Hj Juliarti Dj Alwi MPH saat melakukan kunjungan kerja ke Kec Paloh, Kamis (27/8) dihadapan para siswa SMA Sederajat se-Kec Paloh, menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean, para generasi muda harus siap. Bupati mengajak kawula muda berbenah diri dan bersiap menghadapi perubahan terhadap aspek kehidupan jelang MEA. “Upayakan jangan putus sekolah, mari bersama kita tingkatkan kualitas hidup, agama dan pendidikan kita, kita wujudkan IPM Kab Sambas lebih baik kedepannya,” ajak Juliarti dihadapan para siswa.

Keterampilan dan pengembangan potensi ingat Bupati perlu ditingkatkan melalui pelatihan serta kegiatan keterampilan di sekolah-sekolah. Pemda Sambas katanya melalui sektor-sektor secara terpadu dan koordinatif telah berupaya melakukan suatu terobosan-terobosan guna mengimplementasikan terpikat terigas kearah pengentasan kemiskinan, kebodohan, gizi buruk dan pengangguran. “Dalam upaya melanjutkan pembangunan di Kab Sambas, pemerintah dalam hal ini tidak dapat berjalan sendiri, namun diperlukan adanya suatu kerjasama baik lembaga formal atau mitra-mitra yang selalu berdampingan dengan pemerintahan,” ingat Juliarti.

Bupati menegaskan, sekolah-sekolah juga memberikan peran kontrol terutama dibidang pembangunan sumber daya manusia melalui pendidikan. Kata dia, harus saling memberikan perhatian ke lingkungan sekitar terhadap anak yang putus sekolah maupun kondisi perkawinan usia dini. “Mari kita saling memberikan motivasi, jangan sampai ada anak kita, ataupun tetangga kita yang putus sekolah, kita berikan juga pemahaman yang benar terkait usia perkawinan yang ideal, semua memiliki peran untuk saling mengingatkan dan memberikan dukungan,” tegas dia.

Dijelaskan dia, pemerintah sangat memberi perhatian bagi pembangunan sumberdaya manusia secara utuh, baik dalam lingkup rumah tangga yang menyangkut bidang ekonomi, pendidikan dan kesehatan. Pembangunan keluarga secara utuh, diharapkan Juliarti berdampak pada tujuan atau hasil akhir dari masalah pendidikan, masalah kesehatan, masalah kemiskinan, masalah ekonomi, yang akhirnya nanti berimbas pada tingkat harapan hidup. “IPM sangat erat kaitannya dengan angka harapan hidup, ekonomi, pendidikan serta kesehatan masyarakat, berhasil tidaknya pembangunan di kab sambas tentunya tidak terlepas upaya meningkatkan kehidupan anak secara utuh khususnya dibidang pendidikan dan kesehatan, dengan mengembangkan program yang telah disesuaikan dengan kurikulum di masing-masing sekolah,” jelas Bupati.

Juliarti mengharapkan, semua kalangan memberikan perhatian terhadap tingkah laku dan perkembangan generasi muda. Terutama erat kaitannya dengan penyalahgunaan narkoba, pergaulan bebas maupun pengaruh luar yang berdampak negatif. Bupati memerintahkan agar sekolah mampu menjadi salah satu filter dari pengaruh negatif budaya luar.