Desa Vokasi Bangun Kekuatan Pembangunan Perempuan

Cetak
bupati sampaikan sambutan untuk desa vokasiDimensi pendidikan berkelanjutan mewadahi program-program seperti pendidikan keaksaraan, pendidikan kesetaraan, pendidikan pemberdayaan perempuan dan berbagai pendidikan vokasi. Dalam konteks pendidikan berkelanjutan, lebih penekanan pada upaya peningkatan pendidikan pemberdayaan perempuan. Yang menjadi lingkup dari program pendidikan berkelanjutan dimaksud meliputi pendidikan kecakapan hidup bagi perempuan marjinal dan pendidikan vokasi perempuan marjinal yang dikemas dalam kegiatan desa vokasi.

Bupati Sambas, H Atbah Romin Suhaili Lc mengapresiasi upaya tersebut, dia menginginkan desa vokasi itu mampu menurunkan angka buta aksara, angka putus sekolah dan meningkatkan pendapatan keluarga. Dia yakin pendidikan vokasi itu akan membuka komunikasi masyarakat. “Pendidikan Pemberdayaan Perempuan sebagai pendidikan berkelanjutan harus mampu memunculkan kelompok-kelompok usaha mikro atau home industri yang dapat mendukung ekonomi kreatif,” ujar dia.

Minimal lanjut Bupati, perempuan kabupaten sambas nantinya terdapat peningkatan pengetahuan keterampilan peserta didik. Lainnya, desa vokasi dan pendidikan kecakapan hidup perempuan sebut dia seyogyanya dapat meningkatkan kecakapan personal, akademik, sosial dan vokasional perempuan marjinal. “Kita menginginkan upaya ini mengurangi potensi dampak resiko sosial kelompok perempuan marjinal dan meningkatkan potensi sumber daya alam melalui berbagai keterampilan, memotivasi pemerintahan daerah dalam kegiatan pemberdayaan perempuan melalui rencana aksi daerah,” jelas dia.

Dikabupaten Sambas, ungkap Atbah, Perempuan menjadi bagian tulang punggung keluarga. Kata dia, banyak perempuan turut menopang ekonomi keluarga. Dia mencontohkan dan mengenang tentang Ibunya. “Program vokasi ini harus semakin meningkatkan kemandirian perempuan kabupaten sambas. Harus semakin terberdayakan mewujudkan pembangunan kab sambas,” sebutnya.