www.sambas.go.id

  • Full Screen
  • Wide Screen
  • Narrow Screen
  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size

Penguatan Pendidikan Karakter Untuk Indonesia Lebih Baik

E-mail Cetak PDF
terima penghargaan dari bupatiPenguatan Sumber Daya Manusia Indonesia terbentang tantangan internal dan eksternal sekaligus. Tantangan internal tampak pada gejala tergerusnya ketajaman akal budi dan kekukuhan mentalitas SDM Negeri ini. Hal itu ditegaskan Bupati Sambas, H Atbah Romin Suhaili Lc saat membacakan Sambutan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI, Muhadjir Effendy pada Upacara Peringatan Hari Pendidikan Nasional di Kab Sambas, Halaman Kantor Bupati Sambas, Rabu (2/5).
“Misalnya, belakangan ini kita melihat melemahnya mentalitas anak-anak kita akibat terpapar dan terdampak maraknya simpul informasi dari media social,” tutur dia. Untuk menjawab tantangan itu, Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan jelas Bupati telah meneguhkan pentingnya penguatan pendidikan karakter dan literasi, selain ikhtiar mencerdaskan bangsa.

Dan itu, ungkap dia telah sejalan dengan revolusi karakter bangsa sebagai bagian dari pengejawantahan program nawacita Presiden dan Wakil Presiden. “Ikhtiar itu makin kuat menyusul ditetapkannya Peraturan Presidern Nomor 78 Tahun 2017 tentang Penguatan Pendidikan Karakter. Yang mengamanahkan gerakan pendidikan dibawah tanggung jawab satuan pendidikan,” jelas dia.

Menurut Atbah, itu untuk memperkuat karakter peserta didik melalui harmonisasi olah hati, olah rasa, olah piker dan olahraga dengan pelibatan dan kerja sama antara satua pendidikan, keluarga dan masyarakat sebagai bagian dari Gerakan Nasional Revolusi Mental. “Kita patut bersyukur karena ternyata antusiasme masyarakat terhadap gerakan PPK ini luar biasa,” sebut dia.

Diterangkan Bupati, tak terhitung jumlahnya praktik-praktik baik PPK dibagikan masyarakat secara sukarela. Masyarakat lanjut dia menyadari bahwa penguatan karakter dan literasi warga negara merupakan bagian penting yang menjadi ruh dalam kinerja pendidikan dan kebudayaan. “Yang pasti, ini semua memerlukan keterlibatan semua komponen bangsa. Sebagaimana Ki Hajar Dewantara menempakan hal ini dalam pusat tripusat pendidikan yaitu sekolah, keluarga dan masyarakat,” tegasnya.

Salah satu bentuk penguatan tripusat pendidikan diingatkan Bupati adalah pelibatan keluarga dalam mendukung sukses pendidikan anak dan penguatan karakter. Guru, orang tua dan masyarakat tambah Atbah harus menjadi sumber kekuatan untuk memperbaiki kinerja dunia pendidikan dan kebudayaan dalam menumbuh kembangkan karakter dan literasi anak-anak Indonesia. “Tripusat pendidikan itu harus secara simultan menjadi lahan subur tempat persemaian nilai-nilai religious, kejujuran, kerja keras, gotong royong dan seterusnya bagi para penerus kedaulatan dan kemajuan bangsa,” ingat dia.

Pada saat bersamaan, tantangan eksternal muncul dari perubahan dunia yang sangat cepat dan kompetitif. Dikemukakan Bupati, Digitalisasi dan modernisasi teknologi, banyak menggantikan tenaga kerja manusia. Kecepatan dan ketepatan menjadi kunci dalam menghadapi gelombang perubahan tersebut. “Juga kemampuan kita dalam beradaptasi dan berindak gesit,” pesan dia.

Pastinya, yang menjadi perhatian bersama oleh Bupati, adalah cara lama tak meunkin lagi dterapkan untuk menanggapi tantangan eksternal. Mau tidak mau, dunia pendidikan dan kebudayaan sebutnya harus terus menerus menyesuaikan dinamika itu. “Perlu dengan cepat diciptakan cara baru dan segera dimanfaatkan,” tegas dia.

Lagu sambas

Pooling

Bagaimana Pendapat Anda Tentang Website ini?




Hasil

Sedang Online

Kami memiliki 78 Tamu online

Kunjungan

free counters

You are here: