Minta Kepsek Jadi Rule Model Profesional dan Integritas

Cetak
foto bersamaBupati Sambas, H Atbah Romin Suhaili Lc melantik 35 orang Kepala Sekolah Menengah Pertama se-Kabupaten Sambas. Pelantikan dan pengukuhan itu digelar di Gedung Keberbakatan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kab Sambas, Kamis (10/1). Momentum itu disaksikan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kab Sambas dan Kepala Badan Kepegawaian PSDMAD Kab Sambas.
Dalam pengarahannya, Bupati Sambas, menegaskan pentingnya posisi Kepala Sekolah menyukseskan pembangunan Pendidikan Kab Sambas. Kata dia, Kepala Sekolah harus menjadi teladan baik tidak hanya untuk lingkungan sekolah.

“Kepala Sekolah itu harus menjadi rule model, teladan bagi para guru, tenaga kependidikan dan murid di Sekolah. Dan sosok Kepala Sekolah harus bisa memberikan contoh sikap profesionalisme dan integritas tidak hanya bagi lingkungan sekolah, tapi juga untuk seluruh komponen masyarakat,” ujar dia.

Karenanya, Atbah meminta, kepala sekolah yang telah ditunjuk menduduki jabatan itu, harus mengembangkan kemampuan diri menjadi sosok yang profesional, berintegritas, amanah, dan jujur. Selain itu, dia mengingatkan, agar terus berupaya mencapai kompetensi baik dalam mengelola sekolah.

“Sekolah memerlukan sosok yang mempunyai kompetensi yang baik agar menghasilkan pendidikan yang baik pula. Saya menginginkan Kepala Sekolah memiliki visi dalam menghadirkan sekolah terbaik dan siswa berakhlakul karimah untuk pendidikan kita,” pinta Bupati.

Jabatan Kepala Sekolah itu dijelaskan Bupati adalah Amanah yang perlu dijalankan dan dijaga agar berada pada koridor yang seharusnya. Saran dia, lakukan yang sesuai aturan, dan hal-hal yang aman-aman saja. Jika mendapat amanah, terang dia, jangan juga takut untuk menerimanya. “Di Jaman Rasulullah Shallahu Alaihi Wassalam, ada Sahabat yang meminta Jabatan. Pesan Beliau, Jabatan jangan diminta, karena ianya akan menjadi penyesalan di alam kubur dan hari akhir,” tutur dia.

Menurut dia, jabatan sebagai amanah akan menjadi hal yang baik ketika diterima dan dilaksanakan dengan sikap rendah hati. Dia minta, Kepsek mengembangkan sikap rendah hati, bukan rendah diri. “Jangan jabatan ini menjadikan kita sombong, semua ini milik Allah Subhanahu Wa Ta’Ala. Dengan sikap dan sifat rendah hati, Insya Allah, pertolongan Allah banyak kemudahan menjalankan amanah tersebut,” jelas dia.

Rendah hati papar dia, dapat ditunjukkan dari sikap-sikap yang familiar, seperti senang menyapa, keakraban, rasa peduli sesama, dan tidak angkuh atau sombong. Ditegaskan dia, sangat tidak elok ketika seseorang dianugerahkan amanah jabatan atau status sosial yang lebih baik menjadikan hal itu untuk keangkuhan.

Kaidah dari rendah hati sebut Bupati, tidaklah orang yang rendah hati dengan sebenar-benarnya melainkan Allah akan mengangkat derajatnya dengan sesungguh-sungguhnya derajat yang baik. “Jangan sampai yang dilihat oleh masyarakat dari seorang kepala sekolah adalah sosok yang angkuh atau sombong. Jangan sampai amanah yang kita terima ini menjadikan kita lalai, atau lupa siapa kodrat kita sebenarnya,” ingat Atbah.

Bupati mengajak kepala sekolah berkontribusi memerangi maksiat, narkoba dan minuman keras, penyakit masyarakat hingga pergaulan bebas. Diterangkan dia, bagaimana kepala sekolah mampu menghadirkan suasana lingkungan sekolah yang aman buat generasi muda. “Jadikan lingkungan sekolah menghadirkan rasa aman bagi orangtua untuk menitipkan anaknya. Sekolah harus bisa menjauhkan anak-anak kita dari penyimpangan-penyimpangan sosial,” tukas dia. Hal lain yang diingatkan Atbah, Kepala Sekolah jangan sampai terlibat Politik Praktis, hingga korupsi dan kemaksiatan.

Kepala Badan Kepegawaian dan PSDMAD Kab Sambas, H Nurpinarto mengingatkan, Kepala Sekolah sebagai ASN harus menaati kode etik sebagai abdi negara. “ASN memiliki 3 tugas dan fungsi utama, sebagai pelaksana kebijakan publik pemerintah, melaksanakan pelayanan publik dan pemersatu NKRI,” ingat dia.