www.sambas.go.id

  • Full Screen
  • Wide Screen
  • Narrow Screen
  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size

Minta Kontribusi Nyata Pendidikan Kebudayaan

E-mail Cetak PDF
Ada penegasan khusus Bupati Sambas, H Atbah Romin Suhaili Lc, saat memberikan Sambutan pada Seminar Pendidikan di Kab Sambas, Gedung Keberbakatan Sambas, Rabu (26/6). Atbah mengharapkan pemangku kepentingan pendidikan dan kebudayaan menghadirkan rumusan nyata memberikan kontribusi realistis membangun Kab Sambas.

"Pendidikan harus punya peranan nyata terhadap kondisi kekinian. Bagaimana pembangunan pendidikan kita memiliki langkah nyata mengatasi permasalahan negeri dan bangsa ini," ujar Bupati.

Dia mengajak tokoh pendidikan dan budaya memberikan perhatian serius pada kondisi remaja saat ini. Menurut Bupati, perkembangan remaja dan zaman saat ini, sangat mengkhawatirkan. "Beberapa waktu yang lalu, saya melakukan peninjauan ke gedung kesenian bersama polisi pamong praja. Kondisinya sangat memprihatinkan, karena dijadikan tempat maksiat. Ini harus menjadi perhatian bersama. Termasuk para tokoh pendidikan dan kebudayaan agar melahirkan langkah nyata membentuk generasi muda kita yang bernilai praktik tidak sebatas konseptual," papar dia.

Di Kabupaten Sambas, sebut Atbah, sedang memerangi maksiat cabul. Kasus yang banyak menjerat warga kab sambas di lembaga pemasyarakatan sambas ungkap dia, banyak didominasi kasus cabul. "Pendidikan dan kebudayaan sudah saatnya memberikan desain bagaimana turut mereduksi permasalahan-permasalahan moral etika yang negatif, cabul, kenakalan remaja," jelas dia.

Melalui pendidikan dan kebudayaan, Bupati juga mengajak masyarakat kab sambas menyatu. Budaya menyaprah atau saprahan yang dimiliki Kab Sambas mengajarkan tentang bagaimana bersatu. "Kita sangat mudah berkumpul, suka berkumpul. Turnament sepakbola, mengopi, ditempat ibadah, mudah kita berkumpul. Tapi, kita sulit menyatu. Semoga dengan pendidikan dan kebudayaan, kita bisa menyatu dalam segala aspek," terang dia.

Bupati menyinggung program Membaca Quran sebelum belajar maupun bekerja. Pendidikan itu menurut dia untuk keberkahan negeri. "Kebudayaan kita mengarah pada budaya islami. Budaya beragama agar bermartabat, sopan, santun dan familiar. Ini harus kita jadikan penangkal terhadap pendidikan dan kebudayaan luar yang bernilai negatif," imbuhnya.

Dia berharap, Masyarakat jeli dalam menyaring kebudayaan dunia untuk diterapkan di Kab Sambas. Bupati mengajak mengambil hikmah baik, dari penyelenggaraan pendidikan dan kebudayaan dunia luar. "Bagaimana kita menghadirkan cara pandang yang baik dari budaya luar. Jangan lagi terjebak pada budaya saling menjelekkan karena itu budaya kampungan," tegasnya.

Lagu sambas

Pooling

Bagaimana Pendapat Anda Tentang Website ini?




Hasil

Sedang Online

Kami memiliki 64 Tamu online

Kunjungan

free counters

You are here: