www.sambas.go.id

  • Full Screen
  • Wide Screen
  • Narrow Screen
  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size

Siapkan Penyerahan Forum Kerukunan Antar Etnis Ke Daerah

E-mail Cetak PDF


Dua peneliti tentang kerukunan antar etnis sedang menyiapkan penyerahan forum kerukunan antar etnis ke masing-masing daerah. Mereka yakni Prof Dr Syarif Ibrahim Alkadrie Ketua Program Pasca Sarjana Untan  dan Prof Dr Timo Kimivaki dari Pengurus Indonesia Conflict Solution Networking...


Dua peneliti tentang kerukunan antar etnis sedang menyiapkan penyerahan forum kerukunan antar etnis ke masing-masing daerah. Mereka yakni Prof Dr Syarif Ibrahim Alkadrie Ketua Program Pasca Sarjana Untan  dan Prof Dr Timo Kimivaki dari Pengurus Indonesia Conflict Solution Networking.
Kedua orang ini merupakan penggagas terbentuknya forum kerukunan antar etnis di Kalimantan Barat. Dikemukakan Prof DR Syf Ibrahim Alqadrie pada saat melakukan pertemuan dengan pejabat pemda, tokoh masyarakat dan agama, serta LSM dan beberapa komponen muspida di Aula Kantor Bappeda Sambas, Kamis (29/10), mengatakan forum kerukunan itu sebagai bentuk keseriusan mewujudkan perdamaian abadi di Kalbar. Forum yang terbentuk itu lanjut dia akan diserahkan kepada empat kabupaten kota, diantaranya Sambas, Landak, Singkawang dan Kabupaten Pontianak.
Ibrahim Alqadrie sedikit mengulas tentang sejarah terbentuknya forum. Dia menyebutkan, forum tersebut dibentuk dengan mengundang empat perwakilan etnis Dayak, Melayu, Tionghoa dan Madura dari Sambas, Singkawang, Bengkayang, Landak dan Kabupaten Pontianak. Pembentukan itu baru tahap awal yang akan diresmikan utusan Wakil Presiden RI, Pro Johermansyah. Bupati dari lima daerah tersebut diundang untuk menghadiri pembentukan forum tersebut.Selain itu, Gubernur dan Kapolda Kalbar beserta lima Kapolres dari daerah itu juga diundang untuk menyaksikan peristiwa bersejarah itu. Setelah itu terbentuk, enam bulan kemudian dilanjutkan pembentukan forum tahap II dengan mengundang seluruh perwakilan etnis se-Kalbar. “Forum Kerukunan antar etnis yang telah terbentuk akan kita kembalikan lagi kepada pemerintah daerah masing-masing untuk melanjutkan pengelolaannya,” ujarnya.
Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kemasyarakatan Setda Kab Sambas, Sayuti SSos yang mewakili Bupati Sambas pada pertemuan itu mengatakan beberapa hal. Pertama dia sangat menyambut baik hal itu. Katanya ini memang sebagai komitmen kuat mewujudkan perdamaian antar etnis di Kabupaten Sambas khususnya dan Kalimantan Barat pada umumnya. “Semoga hal ini semakin menambah keamanan, kententraman dan kedamaian di Bumi Terigas,” ujar dia

Lagu sambas

Pooling

Bagaimana Pendapat Anda Tentang Website ini?




Hasil

Sedang Online

Kami memiliki 79 Tamu online

Kunjungan

free counters

You are here: