www.sambas.go.id

  • Full Screen
  • Wide Screen
  • Narrow Screen
  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size

Pansus 5 DPRD Kota Semarang Kunjungi Sambas

E-mail Cetak PDF
Panitia khusus lima Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Semarang mengunjungi kabupaten sambas. Rombongan yang dipimpin langsung Ketua DPRD Kota Semarang Ir Rudi Nurrahmat MT MM dan disambut Sekda Sambas, Drs H Tufitriandi MM dan beberapa pejabat eselon II dan III pemda sambas di Ruang Serba Guna Kantor Bupati Sambas, Senin (26/4).

*** Pertanyakan Masalah Pelelangan Ikan

Panitia khusus lima Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Semarang mengunjungi kabupaten sambas. Rombongan yang dipimpin langsung Ketua DPRD Kota Semarang Ir Rudi Nurrahmat MT MM dan disambut Sekda Sambas, Drs H Tufitriandi MM dan beberapa pejabat eselon II dan III pemda sambas di Ruang Serba Guna Kantor Bupati Sambas, Senin (26/4).

 Maksud dan tujuan kunker itu dijelaskan Rudi guna mencari penjelasan mengenai upaya Pemerintah Kabupaten Sambas menyiasati pembangunan perikanan. “Kunjungan kami dalam rangka mengumpulkan data dan informasi erat kaitan dengan penyusunan raperda masalah pelelangan ikan,” ujar Rudi Nurrahmat saat memberikan sambutan.

 Sebelum mengunjungi sambas, terang dia rombongan terlebih dahulu berkunjung ke departemen kementrian Kelautan RI guna mendapatkan penegasan kaitan dengan pernyataan menteri yang menyatakan penghapusan retribusi pelelangan ikan. Masalah ini menjadi bahan pertanyaan rombongan pansus terutama siasat pemda menyikapi itu. Kata Rudi, Kota Semarang tidak lagi fokus pada retribusi pelelangan ikannya, tetapi raperda yang mereka bahas lebih fokus pada peningkatan ekonomi para nelayan.

 “Kalo PAD dari sektor penerimaan retribusi perlelangan ikan kota semarang hanya kurang lebih 20 jutaan rupiah, dengan APBD mencapai 1 koma 6 triliun. Kami sekarang fokus pada upaya menggerakkan perekonomian para nelayan,” tegasnya. Sekda Sambas, Drs H Tufitriandi MM saat menerima kunjungan itu memaparkan gambaran umum keadaan geografis dan pemerintahan bumi terigas. Dia sangat berterima kasih dengan kunjungan itu, ini artinya terang dia adalah bagian dari silaturahim dan apa yang dilakukan sambas bisa menjadi tambahan informasi bagi daerah lain.

 Mengenai pembangunan perikanan, diungkapkan sekda berdasarkan data yang ada pencapaian hasil penerimaan pendapatan asli daerah dari sektor ini cukup baik. “Peningkatan PAD sektor ini mulai tahun 2006  hingga 2009 cukup menggembirakan,” ujarnya. Tahun 2006 disebutkan Sekda tercapai 362 juta rupiah lebih dari target 310 juta rupiah lebih, tahun 2007 pencapaian yakni 453 juta rupiah dari target 350 juta rupiah. Sedangkan tahun 2008 target PAD sebesar 356 juta rupiah dan pencapaian sebesar 521 juta rupiah lebih dan tahun 2009 tercapai sebesar 560 juta rupiah lebih dengan target 350 juta rupiah lebih. “Memang pencapaian target PAD dari sektor ini masih belum terdongkrak optimal,” tutur dia.

 Kadis Kelautan dan Perikanan Sambas, Drs H Dailami menjelaskan penghapusan retribusi pelelangan sudah pernah terjadi. Pemkab menyiasati itu dengan cara merubah pasar lelang ikan ke pasar grosir. Tahun 2006, perlelangan ikan baru melepas dari pasar grosir. “Kami akan tetap memberlakukan retribusi pelelangan ikan, karena kami belum menerima aturan tertulisnya, dan memang aktifitas lelang di kabupaten sambas sangat berbeda dengan di pulau jawa,” ujarnya.

 Perbedaan kata dailami, di Kab Sambas lelang tidak dilakukan terbuka seperti di TPI-TPI pulau jawa. Ini dikarenakan tidak adanya peserta lelang. Retribusi yang dikenakan pun terangnya hanya sebesar 5 persen dari muatan yang ditambatkan di pelabuhan. “Pemungutan biaya retribusi itu kita capai melalui hasil musyawarah mufakat, dan 5 persen itu tidak memiskinkan nelayan. Pemungutan retribusi pun tidak kita kenakan ke nelayan miskin, tetapi hanya kepada agen saja,” terang Dailami.

 Lagi pula tambah Kadis, penerimaan retribusi ini jauh lebih kecil dibanding penerimaan PAD sektor lain. Dailami juga memaparkan permasalahan seputar pembangunan perikanan dan kelautan. Masalah mendasar terangnya adalah keterabatasan personil, sarana dan prasarana menunjang kegiatan.

Lagu sambas

Pooling

Bagaimana Pendapat Anda Tentang Website ini?




Hasil

Sedang Online

Kami memiliki 86 Tamu online

Kunjungan

free counters

You are here: