www.sambas.go.id

  • Full Screen
  • Wide Screen
  • Narrow Screen
  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size

Tahun Baru Imlek, Bupati Ajak Warga Tionghoa Bangun Daerah

E-mail Cetak PDF

Bupati menghadiri acara imlekUsai melangsungkan haul setahun wafatnya Ayahandanya yang juga Mahaguru Perguruan Kijang Berantai, H. Djuhardi Alwi dan 7 hari wafatnya suami tercinta, Rasidi, SE bin H. Tajili, Bupati Sambas, dr. Hj. Juliarti Djuhardi Alwi, menghadiri malam menyambut Tahun Baru Imlek 2563

bupati dan wakil bupati menghadiri acara imlek 2563Bupati menghadiri acara imlekyang dilaksanakan di depan Kelenteng Liantin, Sambas (22/01/2012). Hadir dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati Sambas, DR. Pabali Musa, M.Ag., Wakil Ketua DPRD Sambas, Ni Ketut Indrawati, Kapolres Sambas, AKBP Pahala HM Panjaitan, wakil Dandim Sambas, Ketua MABM Kab. Sambas, Ketua Dewan Kehormatan MABT Sambas, para pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sambas dan tokoh-tokoh masyarakat setempat.

Bupati Sambas dalam kesempatan tersebut menyatakan bahwa Kabupaten Sambas yang didominasi oleh 3 etnis besar, Melayu, Dayak dan Tionghoa, merupakan daerah yang sedang membangun. “Keberagaman etnis merupakan potensi kita dalam membangun. Masih banyak sektor di Kabupaten Sambas ini yang perlu kita bangun, mulai dari infrastruktur jalan, jembatan, pertanian, perkebunan dan lain-lainnya yang membutuhkan perhatian kita. Untuk itu kebersamaan dan keharmonisan ini perlu dijaga agar pembangunan dapat terus terpelihara dan terus ditingkatkan”, ujar Bupati. Untuk itu Bupati mengajak Warga Tionghoa Kabupaten Sambas khususnya dalam menyukseskan percepatan pembangunan di daerah ini.

Sementara itu, Ketua Dewan Kehormatan MABT Kabupaten Sambas, H. Satono, mengutarakan bahwa berbeda-beda kaum/etnis yang ada menunjukkan bukti kekuasaan Allah SWT. Dikatakan sekretaris Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI) Kabuapten Sambas ini bahwa dalam ajaran Islam, Allah SWT telah menegaskan bahwa diciptakan manusia ini berjenis-jenis, berkaum-kaum dengan tujuan untuk saling mengenal. Maka dari itu, ulas Satono, mari kita jadikan keberagaman ini sebagai upaya menjalin silaturahmi sehingga antar sesama kita dapat memahami perbedaan yang ada.

Acara yang berlangsung semarak, diiringi kembang api dan diselingi tarian budaya tradisional 3 etnis serta arakan Barongsai dan Naga tersebut merupakan acara menyambut Pergantian Tahun Baru yang menurut Kalender Tionghoa pada tahun 2563 ini merupakan pergantian dari Tahun Kelinci ke Tahun Naga air.

Diuraikan Panitia Tahun Baru Imlek 2563, bahwa Warga Tionghoa berharap di Tahun Baru ini merupakan harapan agar semakin menambah semangat baru dan juga kesuksesan baru di Tahun yang baru.

Usai acara, Bupati dihadiahi oleh Warga Tionghoa berupa cinderamata berupa ukiran Naga yang menyimbolkan Tahun Naga Air. Gong Xi Fa Cai.

Lagu sambas

Pooling

Bagaimana Pendapat Anda Tentang Website ini?




Hasil

Sedang Online

Kami memiliki 293 Tamu online

Kunjungan

free counters

You are here: