www.sambas.go.id

  • Full Screen
  • Wide Screen
  • Narrow Screen
  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size

Kampanye Three Ends, Akhiri Kekerasan

E-mail Cetak PDF
three endsKampanye Three Ends adalah bentuk upaya mengakhiri kekerasan terhadap perempuan dan anak. Termasuk melawan perdagangan orang dan mengakhiri kesenjangan ekonomi perempuan. Bupati Sambas, H Atbah Romin Suhaili Lc, meminta, itu tidak hanya menjadi kampanye berupa deklarasi semata. Saat kampanye three ends di Kec Sebawi, Rabu (12/12), Bupati menginginkan, ada aksi nyata mengakhiri diskriminasi tersebut. Warning itu disampaikan dia, karena kondisi kekerasan tersebut sudah begitu mewarnai pemberitaan di media-media informasi, baik cetak, elektronik hingga media sosial.
“Tingginya kasus kekerasan itu, akan berdampak pada generasi penerus bangsa ini. Berdampak pada lemahnya SDM kedepan. Sehingga ini perlu menjadi perhatian bersama,” tegas Bupati. Atbah juga meminta masalah narkoba, maksiat atau kenakalan remaja menjadi perhatian penting. Dia mengajak para tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda dan tokoh budaya turut serta memberikan perhatian pada masalah ini.

“Aqidah dan akhlak generasi penerus kita harus menjadi perhatian bersama. Harus ada yang memberikan kepedulian kepada remaja kita. Pemda terus merancang program kerja guna mengatasi itu, termasuk memberikan bimbingan teknis untuk para amil agar siap membendung pengaruh negatif di desa-desa,” papar dia. Wakil Bupati Sambas, Hj Hairiah SH MH, menyambut baik deklarasi Kampanye Three Ends Kecamatan Sebawi.

Potensi Kekerasan terhadap perempuan dan anak Kabupaten Sambas cukup terbuka. Itu dijelaskan dia karena masih ramainya masyarakat kab sambas yang menjadi tenaga kerja asing di Negeri Tetangga. “Masih rendahnya pendidikan dan keterampilan masyarakat kab sambas, kondisi kab sambas yang berbatasan langsung dengan negara tetangga, membuka peluang untuk menjadi tenaga kerja asing disana. Itu menghadirkan kerawanan terjadinya tindak human trafficking dan ilegal lainnya,” ungkap Hairiah.

Menurut wabup, ada beberapa kegiatan yang perlu digalakkan dalam meminimalisir permasalah kekerasan ini. Pertama jelas dia adalah menggeliatkan pendidikan karakter. “Terus kita sosialisasikan mengenai hak asasi manusia, keadilan dan kesetaraan gender serta menyebarkan informasi dan mempromosikan hidup sehat, anti kekerasan, menolak kekerasan,” papar dia.

Secara regulasi, Pemda ungkap Wabup telah berbuat. Lahirnya Peraturan Daerah nomor 3 Tahun 2015 adalah bukti keseriusan Pemda menangani itu. “Perda Nomor 3 Tahun 2015 itu tentang pencegahan dan penanganan korban perdagangan orang. Pemda juga telah membentuk pelayanan satu pintu untuk pemberangkatan tenaga kerja. Tahun 2018 ini, sudah terbentuk P2TP2A di 17 Kecamatan dan satgas perlindungan perempuan dan anak di setiap desa,” terang Wabup.

Lagu sambas

Pooling

Bagaimana Pendapat Anda Tentang Website ini?




Hasil

Sedang Online

Kami memiliki 84 Tamu online

Kunjungan

free counters

You are here: