www.sambas.go.id

  • Full Screen
  • Wide Screen
  • Narrow Screen
  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size
SMS layanan Aduan

Ajak Mahasiswa Perangi Hoaks

E-mail Cetak PDF
hoaksGelaran Seminar dan Kuliah Umum tentang Hoaks dan Ujaran Kebencian dari sudut pandang Agama Islam, dikatakan Bupati Sambas akan menjadi percuma jika tidak didukung pihak kampus dan mahasiswa. Itu dia sampaikan ketika memberikan kuliah umum dihadapan ratusan mahasiswa IAIS Sultan Tsafioedien Sambas, Jumat (8/3). Hati bersih dari hoaks ujaran kebencian. Ditegaskan dia, untuk memerangi hoaks dan ujaran kebencian harus dimulai dari diri sendiri.
“Sudah seharusnya kita membersihkan hati kita dari hoaks, dari ujaran kebencian. Harus menghindarkan diri dari caci maki, merendahkan orang lain, fitnah, menghina orang lain, bohong, ghibah, atau ngobrol yang tidak ada manfaatnya,” ujar dia. Ujaran kebencian dan hoaks lanjut dia menjadi begitu heboh karena didukung teknologi.

Dalam ajaran agama islam, sebut Bupati, bisa mengambil pelajaran dari kejadian tentang fitnah istri Rasul A’isyah radhiyallahu anha, kejadian Rasulullah bersama seorang yahudi yang buta maupun kisah-kisah lainnya. Bahkan Atbah menyebutkan, sebenarnya persoalan hoaks dan ujaran kebencian saat ini bukanlah hal yang substantive. “Kondisi hoaks dan ujaran kebencian ini memang patut mendapat perhatian kita bersama, tetapi ada hal yang juga harus menjadi perhatian kita bersama. Dimana data dari kominfo, dunia maya lebih banyak didominasi pornografi,” ungkapnya.

Pesan Bupati, jangan sampai hoaks dan ujaran kebencian terus menerus menggerogoti hati dan menjadi penyakit hati. Dia mengajak jangan menghina dan menjelek-jelekkan pemimpin. “Pemimpin kita jangan dihina, direndahkan, difitnah. Jangan perlakukan pemimpin dengan tidak baik. Sejelek-jeleknya pemimpin kita, mereka adalah pemimpin kita. Jangan sampai ada mental tidak baik karena hal ini akan berdampak kepada keberkahan negeri. Harus kita tunjukkan bahwa kita beradab,” ingat dia.

Yang perlu digarisbawahi, tegas Bupati adalah, adanya hoaks dan ujaran kebencian membuat rakyat dipecah, dibelah lalu dibenturkan. Generasi millennial lanjutnya harus bisa memahami kondisi ini dengan baik. “Karena hebohnya hoaks dan ujaran kebencian ini melalui teknologi, generasi millennial akrab dengan teknologi. Dibanyak negara lain, teknologi digunakan untuk membangun banyak aspek. Tetapi dinegara kita dominan digunakan untuk hoaks dan ujaran kebencian. Ini yang harus kita ubah bersama-sama,” terang dia.

Diingatkan Atbah, jangan lagi budayakan menyembunyikan kebenaran dihadapan public. Sekarang ini menurutnya, daya kritis terhadap informasi semakin tumpul, sehingga informasi yang diterima, tidak lagi disaring, dikonsumsi mentah-mentah. “Saya mengajak kita mengamalkan surah Al Hujurat, kaji agar kita terhindar dari hoaks dan ujaran kebencian,” sebut dia.

Lagu sambas

Pooling

Bagaimana Pendapat Anda Tentang Website ini?




Hasil

Sedang Online

Kami memiliki 44 Tamu online

Kunjungan

free counters

You are here: