Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Fakultas Filsafat Universitas Gadjah Mada (UGM) melakukan kunjungan resmi ke Universitas Sultan Muhammad Syafiuddin (UNISSAS) Sambas pada Rabu (5/8). Kunjungan ini bertujuan menjajaki peluang kerja sama strategis dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, khususnya yang berkaitan dengan pengembangan kawasan perbatasan Indonesia–Malaysia.
Tim PKM Fakultas Filsafat UGM dipimpin oleh Dr. Sonjoruri Budiani Trisakti selaku ketua tim, dengan anggota Dr. Rizal Mustansyir, Fitri Alfariz, M.Phil., dan Dr. M. Rodinal Khair Khasri.
Dalam sambutannya, Rektor UNISSAS, Dr. H. Arnadi, M.Pd., menyampaikan bahwa UNISSAS saat ini tengah memfokuskan pengembangan berbagai program unggulan yang berorientasi pada kemajuan wilayah perbatasan Indonesia–Malaysia. Menurutnya, pengembangan tersebut mencakup berbagai sektor, sehingga memerlukan kolaborasi dengan perguruan tinggi di dalam maupun luar negeri, terutama dalam bidang penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.
"Kami memandang kerja sama akademik merupakan langkah strategis untuk memperkuat kapasitas kelembagaan sekaligus menghasilkan kontribusi nyata bagi pembangunan masyarakat di kawasan perbatasan," ujar Dr. H. Arnadi.
Mewakili Tim PKM Fakultas Filsafat UGM, Dr. Sonjoruri Budiani Trisakti menyampaikan komitmen Fakultas Filsafat UGM untuk menginisiasi kerja sama antara UGM dan UNISSAS. Sebagai tahap awal, kolaborasi akan dimulai melalui Fakultas Filsafat UGM, namun ke depan diharapkan dapat diperluas dengan melibatkan berbagai fakultas lain di lingkungan UGM sesuai kebutuhan dan potensi kerja sama.
Dalam pertemuan tersebut, kedua institusi juga mendiskusikan sejumlah program yang berpotensi menjadi fokus kerja sama, antara lain:
1. Revitalisasi kearifan lokal Melayu Sambas lintas generasi melalui penguatan sektor pendidikan dan pemberdayaan masyarakat, termasuk pengembangan identitas kelembagaan yang berbasis nilai-nilai lokal dan ketokohan daerah.
2. Pengembangan tata kelola kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI) melalui pendekatan Technology and Humanity, termasuk rencana pembentukan pusat studi teknologi dan humaniora yang berfokus pada upaya memanusiakan teknologi.
3. Kolaborasi riset mengenai kawasan perbatasan Indonesia–Malaysia, dengan mengangkat berbagai isu strategis yang relevan bagi pembangunan wilayah perbatasan.
4. Program kuliah bersama (joint lecture) melalui keterlibatan dosen-dosen Fakultas Filsafat UGM sebagai pengajar, khususnya pada mata kuliah Filsafat Ilmu di UNISSAS.
Pertemuan ini menjadi langkah awal dalam membangun kemitraan akademik yang berkelanjutan antara Universitas Gadjah Mada dan Universitas Sultan Muhammad Syafiuddin Sambas. Melalui kolaborasi ini, kedua perguruan tinggi diharapkan dapat memperkuat pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan pemberdayaan masyarakat, khususnya di kawasan perbatasan Indonesia–Malaysia.