
AKSES EKONOMI TERHAMBAT, BUPATI SATONO PASTIKAN JEMBATAN TELUK ASAM SEGERA DIBANGUN KEMBALI
SUBAH – Bupati Sambas, H. Satono, S.Sos.I, MH, bergerak cepat merespons keluhan masyarakat terkait rusaknya infrastruktur vital di Dusun Teluk Asam. Pada Jumat Siang (8/5/2026), Bupati Satono memimpin peninjauan langsung ke lokasi jembatan yang miring akibat terjangan arus deras dan hantaman material kayu di Desa Tebuah Elok, Kecamatan Subah.
Dalam peninjauan tersebut, Bupati didampingi oleh Dandim 1208/Sambas, sejumlah Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta Camat Subah untuk memetakan langkah darurat dan rencana pembangunan ulang.
Jembatan yang dibangun sekitar empat tahun silam ini mengalami kerusakan struktural yang cukup parah. Berdasarkan pantauan di lapangan, kondisi cuaca ekstrem menyebabkan Debit air yang meningkat tajam memberikan tekanan besar pada tiang penyangga. Selain itu Tumpukan pohon tumbang dan sampah kayu terbawa arus, menghantam badan jembatan hingga menyebabkan posisi jembatan menjadi miring dan berbahaya untuk dilalui.
"Ini merupakan laporan langsung dari masyarakat. Setelah kita cek ke lapangan, memang kondisinya memprihatinkan. Arus air yang sangat kuat ditambah hantaman sampah kayu membuat konstruksinya miring," ujar Bupati Satono.
Jembatan di Dusun Teluk Asam bukan sekadar penghubung antar wilayah, melainkan jalur logistik utama bagi warga Desa Tebuah Elok. Peran vital jembatan ini mempermudah distribusi hasil bumi warga menuju pasar. Selain itu juga sebagai Jalur utama bagi anak sekolah dan akses kesehatan masyarakat.
Menanggapi kondisi tersebut, Bupati Satono menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Sambas akan memprioritaskan perbaikan jembatan ini melalui alokasi dana pemerintah dalam waktu sedekat mungkin.
"Kita akan usahakan secepatnya membangun kembali jembatan ini agar aktivitas ekonomi warga tidak lumpuh terlalu lama. Saya juga meminta masyarakat nantinya untuk bersama-sama menjaga infrastruktur yang sudah dibangun agar lebih awet dan tahan lama," pungkasnya.
Satono juga mengimbau warga untuk waspada terhadap cuaca ekstrem dan proaktif dalam membersihkan saluran air dari material kayu guna meminimalisir dampak serupa pada infrastruktur lainnya di masa mendatang.