Detail Berita

Berita OPD

Berita OPD

Sharing Knowledge Praktik Baik Manajemen Data Percepatan Penurunan Stunting Kota Pontianak

09 September 2024 Bappeda 312 dibaca 2 menit baca

Prevalensi stunting Kabupaten Sambas berada digaris merah dengan angka 30,8% yang menjadi perhatian dan terus dievaluasi agar mencapai hasil sebagaimana diharapkan, diantara aspek yang menentukan ialah mengenai manajemen data.
Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kabupaten Sambas melalui BAPPEDA Kabupaten Sambas sebagai Koordinator bidang konvergensi TPPS bersama Dinas Kominfo, Dinas Kesehatan dan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana Kabupaten Sambas melakukan Kunjungan studi ke BAPPEDA Kota Pontianak untuk sharing knowledge praktik baik pelaksanaan manajemen data dalam percepatan penurunan prevelensi stunting Kota Pontianak dan merupakan bentuk kolaborasi lintas sektor yang memiliki fokus yang sama. Senin, 2/09/2024.
Keberhasilan penurunan stunting di ibu kota provinsi Kalbar ini menarik perhatian, sebab penurunannya konsisten dari 24,4 persen (2021), menjadi 19,7 persen (2022), dan 16,7 persen di tahun 2023. Target 14 persen di akhir 2024 pun kian realistis. Apalagi Pontianak sempat diganjar insentif fiskal dari Pemerintah Pusat. Hal ini pula yang menarik bagi TPPS Kabupaten Sambas Sambas berkunjung ke Bappeda Kota Pontianak.

Hal-hal yang menyebabkan Kota Pontianak penurunan stuntingnya itu konsisten, salah satunya adalah penerapan 8 aksi konvergensi,” kata Kepala Bappeda Pontianak, Sidig Handanu Widoyono yang menerima rombongan TPPS Sambas.
Sidig Handanu menjelaskan, kolaborasi lintas sektor dalam aksi konvergensi tersebut berjalan baik.  Wali Kota Pontianak hingga seluruh perangkat daerah, camat, lurah, memiliki fokus yang sama. Mulai dari upaya spesifik seperti pemberian bantuan makanan, hingga dari aspek sanitasi dan air bersih yang layak. Di beberapa daerah, akses sanitasi dan air bersih yang layak masih rendah.
peran swasta dan instansi vertikal turut membantu percepatan penurunan stunting di Pontianak. Akses yang mudah dan pelayanan publik yang baik, membuat konsistensi pada penurunan stunting terjaga. Dalam kerangka makro, upaya Pemkot Pontianak dalam penurunan angka kemiskinan, dan mengendalikan inflasi membuat daya beli masyarakat bisa terjaga.

Kepala Bidang Pembangunan Sektoral Bappeda Pontianak, Barsuni menambahkan salah satu pendukung penurunan stunting adalah Sistem Informasi Penurunan Stunting (SMART) di Kota Pontianak. Ketersediaan data yang baik, membuat intervensi tepat sasaran. Sistem sudah dilengkapi dengan berbagai data pelengkap seperti titik lokasi, dokumentasi bangunan rumah, sanitasi, dan sebagainya. TPPS Kabupaten Sambas bermaksud akan mereplikasi Sistem Informasi Penurunan Stunting di Kota Pontianak untuk diterapkan di Kabupaten Sambas dengan menyesuaikan kebutuhan dan kondisi yang ada di Kabupaten Sambas. Manajemen data jadi salah satu perhatian atas kedatangan TPPS Kabupaten Sambas untuk mengetahui bagaimana teknis TPPS Kota Pontianak bisa mendapatkan data-data tersebut. Kepala Bidang Pembangunan Sektoral Bappeda Pontianak, mengatakan, ke depan data dalam SMART semakin lengkap. Tidak hanya berisi data keluarga stunting, tetapi juga keluarga berisiko stunting dan data lainnya.

Kembali ke Daftar Berita