Dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan kepada masyarakat, Puskesmas Selakau terus berinovasi melalui penerapan Sistem Informasi Kunjungan Keluarga (SIJUARA) sebagai bagian dari transformasi digital di bidang pelayanan kesehatan primer. Inovasi ini menjadi langkah nyata dalam mendukung tata kelola data kesehatan yang lebih efektif, efisien, dan terintegrasi guna mewujudkan pelayanan publik yang berkualitas di Kabupaten Sambas.
SIJUARA dikembangkan sebagai solusi atas proses pendataan kunjungan keluarga yang sebelumnya masih dilakukan secara manual menggunakan formulir berbasis kertas. Pada wilayah kerja Puskesmas Selakau yang meliputi 11 desa dengan sasaran sebanyak 12.234 kepala keluarga, sistem pendataan konvensional memerlukan penggunaan sekitar 207.978 lembar formulir, sehingga proses rekapitulasi, penyusunan laporan, hingga analisis data membutuhkan waktu yang cukup panjang. Kondisi tersebut mendorong lahirnya inovasi yang mampu menghadirkan sistem pendataan yang lebih cepat, akurat, dan mudah diakses oleh seluruh petugas kesehatan.
Melalui implementasi SIJUARA, seluruh proses pendataan kini dilaksanakan secara digital (paperless). Data hasil kunjungan keluarga secara langsung tersimpan dalam satu basis data terintegrasi yang dapat diakses oleh kader kesehatan, bidan, penanggung jawab klaster, hingga Tim Manajemen Puskesmas. Digitalisasi ini tidak hanya meningkatkan efisiensi administrasi, tetapi juga mempercepat proses pengolahan informasi sebagai dasar dalam pengambilan kebijakan dan perencanaan program kesehatan.
Selain sebagai media pencatatan, SIJUARA juga menghadirkan dashboard informasi kesehatan yang mampu menyajikan kondisi kesehatan masyarakat hingga tingkat desa, dusun, RW, dan RT. Melalui penyajian data yang terstruktur, tenaga kesehatan dapat lebih mudah melakukan identifikasi permasalahan kesehatan, menentukan sasaran prioritas, melaksanakan monitoring dan evaluasi, serta menyusun program intervensi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat di setiap wilayah.
Pengembangan SIJUARA terus dilakukan sejalan dengan implementasi Integrasi Layanan Primer (ILP). Pada tahun 2026, sistem ini telah dilengkapi dengan berbagai fitur pendukung, di antaranya perhitungan otomatis Indeks Keluarga Sehat (IKS), integrasi indikator Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga (PIS-PK), identifikasi sasaran Standar Pelayanan Minimal (SPM), serta penyediaan media Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) digital yang dapat dimanfaatkan kader kesehatan dalam kegiatan kunjungan rumah. Berbagai pengembangan tersebut semakin memperkuat fungsi SIJUARA sebagai instrumen pendukung pelayanan kesehatan primer yang adaptif terhadap perkembangan kebijakan nasional di bidang kesehatan.
Penerapan SIJUARA memberikan berbagai manfaat, antara lain meningkatkan efisiensi administrasi melalui pengurangan penggunaan dokumen kertas, menghemat biaya operasional, menyediakan basis data kesehatan keluarga yang terintegrasi, serta menghasilkan analisis kesehatan berbasis wilayah yang lebih komprehensif. Data yang tersaji menjadi landasan penting dalam mendukung penyusunan kebijakan, perencanaan program, serta pengambilan keputusan yang berbasis data (evidence-based policy).
Dikembangkan menggunakan platform Google AppSheet dan Google Spreadsheet, SIJUARA dirancang agar mudah dikembangkan, adaptif terhadap perubahan kebutuhan, berkelanjutan dalam implementasinya, serta memiliki potensi untuk direplikasi oleh fasilitas pelayanan kesehatan lainnya. Inovasi ini diharapkan dapat menjadi contoh penerapan transformasi digital di sektor kesehatan yang mampu meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat sekaligus memperkuat tata kelola data kesehatan secara berkelanjutan.
Melalui inovasi SIJUARA, Puskesmas Selakau menunjukkan komitmennya dalam mendukung pembangunan kesehatan di Kabupaten Sambas melalui pemanfaatan teknologi informasi. Kehadiran sistem ini diharapkan mampu mempercepat terwujudnya pelayanan kesehatan primer yang lebih modern, responsif, dan berbasis data, sehingga masyarakat memperoleh layanan kesehatan yang semakin optimal sebagai bagian dari upaya mewujudkan Kabupaten Sambas yang semakin maju dan berdaya saing.